Satu diantara lokasi yang telah ditinjau oleh Diskan Berau yakni Kampung Karangan, Kecamatan Biatan dengan kondisi air yang cukup bagus. "Yang ada di air tawar ini akan diarahkan budidayanya, begitu juga yang di air laut," kata Dahniar Kepada Korankaltim.com, Minggu (28/5/2023).
Melalui program penangkapan ikan terukur yang bertujuan untuk penangkapan ikan dan lainnya yang terkendali berdasarkan zona dan kuota tertentu dalam rangka menjaga kelestarian sumber daya perairan dan memberikan kesempatan berusaha diharapkan bisa meningkatkan keadilan dan kesejahteraan nelayan.
"Dengan adanya zona pembatasan, kemudian kompensasinya serta bagaimana disisi air tawar kami ajarkan untuk berbudidaya," paparnya.
Namun diakuinya tidak semua wilayah dapat mengembangkan potensi rumput laut, sebab ada hal-hal tertentu, seperti banyak kepentingan di perairan yang terkait dengan lalu lintas perairan yang perlu dikomunikasikan.
"Karena Kampung Karangan, Kecamatan Biatan berada di perairan payau yakni campuran air tawar dan air laut," tuturnya.
Perairan air payau merupakan kewenangan pemerintah provinsi namun mereka mencoba untuk kordinasikan dalam hal untuk mendapatkan program dari Provinsi seperti sarana dan prasarana sehingga mudah untuk mendampinginya.
"Tadinya kami fokus ke udang windu ternyata rumput laut juga punya potensi yang perlu kita dorong. Dulu rumput laut sempat jaya di Tanjung Batu, cuma seiring dengan waktu dengan aktifitas sangat tinggi sehingga tidak mungkin lagi untuk pengembangan," katanya.
Dalam waktu 45 hari budidaya rumput laut sudah dapat dipanen dengan modal investasi kurang lebih 45 juta. Tentu sangat menguntungkan karena rumput laut memiliki turunan yang cukup banyak untuk dijadikan produk yang memiliki nilai pasar tinggi.
Namun budidaya rumput laut juga memiliki tantangan tersendiri, seperti hanya daerah-daerah tertentu dengan kondisi air jernih, teknik penjemuran serta konflik lahan masalah lingkungan.
"45 hari sudah panen, investasinya sekali panen modalnya kembali dan masih ada marginnya dan hasinya bisa berdampak pada UMKM," imbuhnya. "Pertengahan bulan Juni mendatang kita coba fasilitasi supaya bisa berdiskusi serta mensosialisasikan budidaya rumput laut tersebut," tutup Dahniar.
Editor: Aspian Nur