Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Berau, Gusti Hasbullah menyampaikan bahwa realisasi tersebut mengalami kenaikan yang signifikan sebesar 8,6 persen bila dibandingkan dengan kondisi tahun 2022 yang hanya sebesar Rp119,3 miliar atau 29 persen.
Ia menyebut, realisasi belanja APBN Capaian realisasi Belanja APBN sejak bulan Januari hingga Mei 2023 yang terdiri dari Belanja Kementerian atau Lembaga (K/L) dan Belanja transfer ke daerah (TKD) dan didominasi Belanja TKD sebesar 39,3 persen.
"Untuk belanja K/L sampai tanggal 22 Mei 2023 itu sudah terealisasi sebesar Rp 81,5 miliar atau 34,2 persen dari pagu Rp238,5 miliar," ucap Gusti kepada Korankaltim.com, Rabu (24/5/2023).
Secara detail, realisasi belanja APBN sendiri terdiri dari Belanja Pegawai sebesar Rp 40,6 miliar atau 40,5 persen dari pagu Rp 100,2 miliar, Belanja Barang sebesar Rp 38,8 miliar atau 34,7 persen dari pagu Rp 112 miliar, dan Belanja Modal sebesar Rp 2,1 miliar atau sebesar 8,1 persen dari pagu Rp 26,4 miliar. "Kalau belanja K/L sebenarnya telah memiliki standar pola belanja di setiap triwulannya," ungkapnya.
Dirinya menjelaskan, pada triwulan I Belanja Pegawai hanya 20 persen, Belanja Barang hanya 15 persen dan Belanja Modal nihil. Sedangkan untuk triwulan II Belanja Pegawai sebesar 50 persen , Belanja Barang 50 persen dan Belanja Modal 40 persen.
Dirinya pun mengindikasikan sampai saat ini, bahwa pengelolaan belanja negara Satuan Kerja Kementerian/Lembaga (K/L) lingkup Kabupaten Berau sudah semakin baik.
Meskipun Satuan Kerja masih harus mengejar realisasi Belanja Barang dan Belanja Modal. Namun Satuan Kerja masih memilikin waktu satu bulan lebih kedepan, sampai dengan akhir Juni 2023.
"Harapannya masing-masing Satuan Kerja K/L dapat mempedomani Rencana Penyarapan yang telah disusun pada Halaman III daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA), agar indikator kualitas pelaksanaan anggaran (IKPA) Triwulan II 2023 lebih baik," ucapnya.
Selain itu untuk belanja TKD, pihaknya terus melakukan koordinasi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Berau khusususnya terkait DAK Fisik dan Dana Desa.
"Kami terus mendorong agar capaian realisasi sejalan pola belanja dan Halaman III DIPA yang telah disusun. Tujuannya agar realisasi APBN yang efektif dan tepat waktu menghasilkan stimulus fiskal yang tepat sasaran dan menjaga pertumbuhan ekonomi Kabupaten Berau tetap stabil," pungkasnya.
Editor: Rusdianto