Distanak Berau Hanya Terima Pasokan Sapi dari NTT
2 menit baca729 kali dibaca

Penulis: */Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB - Dinas Pertanian dan Pertenakan (Distanak) Berau hanya menerima sapi dari Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala Bidang (Kabid) Keswan dan Kesmavet Distanak Berau, I Putu Setion mengatakan pada tahun 2022 lalu sebanyak 1.138 ekor sapi kurban dipotongi dan pada tahun ini belum bisa memprediksi berapa jumlah sapi yang akan dipotongi.
Dimana lantaran temuan penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) dan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Pemprov Kaltim membatasi pemasukan sapi dari luar daerah. Di mana di Kabupaten Berau sendiri hanya boleh mendatangkan sapi dari NTT karena masih zoqna hijau PMK.
“Hingga saat ini di Berau belum ada kasus LSD maupun PMK,” kata Putu kepada Korankaltim.com, Rabu (17/5/2023).
Selain NTT, sebelumnya, memang pemasukan ternak sapi juga berasal dari Sulawesi, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Bali. Semua surat rekomendasi masuknya sapi, dikeluarkan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kaltim.
Dalam hal ini, pihaknya mengatasi penyebaran penyakit hewan ternak di Kabupaten Berau, pihaknya melakukan pelayanan kesehatan hewan secara rutin, ermasuk memberikan vaksinasi kepada hewan ternak, tidak terbatas pada sapi saja. Tapi juga hewan ruminansia lain seperti kambing, kerbau, dan sebagainya.
“Jika pun ada hewan yang sakit harus segera diobati. Jika menunjukkan gejala yang cukup parah akan dilakukan pemeriksaan kesehatan pengambilan sampel darah. Untuk selanjutnya di periksa di laboratorium,” jelasnya.
Distanak juga melakukan peningkatan pelayanan kesehatan hewan. Serta peningkatan pelayanan UPT Puskeswan dimasing-masing wilayah kerja di lapangan. Adapun di Berau memiliki 6 UPT Puskeswan.
Menghadapi Hari Raya Idul Adha bulan depan, pihaknya berencana untuk melakukan pemeriksaan langsung dengan mengambil sampel darah di tempat kandang penampungan. Namun, masih menunggu datangnya ternak yang dipesan oleh pelaku usaha.
“Jadi untuk sementara kami belum bisa memprediksi apakah jumlah ternak mampu memenuhi kebutuhan hewan kurban di Berau dan kami juga selalu berkoordinasi dengan dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kaltim,” ujar Putu.
Editor: Aspian Nur










