Kepala bidang Pengembangan Pemukiman, Penataan Bangunan dan Jasa Konstruksi Dinas PUPR Berau, Jimmy Arwi Siregar, mengatakan, saat ini proses terus berjalan hingga kurang lebih 28 hari kedepan sejak proses lelang berlangsung.
Dikatanya, proses pembangunan RSUD yang rencananya akan dibangun dengan type C dan kemudian akan dikembangkan ke type B. "Bila anggaran memungkinkan," ucap Jimmy, kepada KoranKaltim.com, Rabu (29/3/2023).
Lanjutnya, sesuai dengan kesepakatan dan Memorandum of Understanding (MoU) nomor 134 pada 22 November 2022 lalu, tentang Pelaksanaan Kegiatan Tahun Jamak RSUD Berau kebutuhan anggarannya sebesar Rp 300 miliar, menggunakan sistem Multi Years Contract (MYC).
Proses pembangunan RSUD Berau dirancang dengan tiga tahapan dan untuk tahun ini pembangunan tahap I dimana meliputi bangunan gedung utama dan beberapa fasilitas penunjang lainnya. "Memang anggaran kegiatan masih tahap I dari review desain perencanaan itu ada 3 Tahap," ujarnya.
Dikatannya, terkait anggaran pada pembangunan tahap I yakni sebesar Rp 287,8 miliar yang nantinya meliputi fasilitas tunjangan seperti Bangunan Gas Medis, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), Power House dan Ground Water Tank (GWT).
Selain itu, skema pembangunan yang diberikan oleh konsultan terdiri dari 3 tahap. Dimana anggaran yang sebesar Rp 300 Milyar akan difokuskan pada pembangunan rumah sakitnya.
"Jadi, dari sisi ruang inap dan instalasi lainnya semuanya akan jadi satu yang akan dibangun ditahap awal ini dan untuk total tempat tidurnya pada tahap I ini sebanyak 113 tempat tidur dari seluruhnya yakni 250 tempat tidur," tuturnya.
"Dan selanjutnya setelah proses lelang akan dilanjutkan proses kontrak untuk konstruksinya tahun ini," tutupnya.
Editor: Rusdianto