Sulaiman, salah seorang nelayan mengaku, saat dia sedang menjaring ikan bersama 2 orang rekannya pada Kamis (23/2/2023) sekira pukul 06.30 Wita, mereka menemukan 4 benda mirip rudal yang tersangkut di jaring ikan.
Namun, saat Sulaiman dan 2 rekannya ingin menarik jaring ikan tersebut hanya 2 rudal yang berhasil naik ke perahu mereka dan 2 lainnya terjatuh ke laut. "Sebelumnya saya tidak tahu hanya saya kira seperti bongkahan besi saja," ucap Sulaiman, Minggu (26/2/2023).
Lanjut Sulaiman, pada Jumat (24/2) pukul 07.00 wita, ia bersama kedua rekannya kembali melaut menuju ke Talisayan. Namun karena air surut, ia berhenti di tengah laut, karena kapal tidak bisa merapat ke dermaga Talisayan.
Di saat itu, rekan Sulaiman yakni Taufik, membersihkan benda diduga rudal tersebut. Benda itu terbelah menjadi dua. Karena takut satu rudal yang masih utuh, dibuang oleh Sulaiman ke laut Talisayan.
"Setelah kami bersihkan, satu rudal itu terbelah, karena saya takut, satunya lagi langsung saya lempar ke laut," ucapnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Berau, Iptu Suradi menginformasi kejadian tersebut. Ia mengatakan para nelayan tidak mengetahui benda apa yang mereka temukan tersebut.
"Benda diduga rudal yang ditemukan nelayan tersebut saat ini sudah diamankan di Koramil 0902-07/Talisayan," ujar Iptu Suradi, kepada KoranKaltim, Minggu (26/2/2023).
Pihaknya bersama dengan Koramil 0902-07/Talisayan akan segera melaporkan kejadian ini ke Danpos AL Bidukbiduk.
Sementara itu, Danramil 0902-07/Talisayan Kapten Arm M. Irfan mengatakan, kami membenarkan adanya temuan nelayan yang sedang melaut menemukan diduga bahan peledak sejenis rudal.
Kemudian untuk saat ini pihak dari TNI dan Polsek Talisayan telah mendatangi rumah nelayan tersebut. Saat ini diamankan di Danramil.
Dijelaskan Irfan, jarak laut Talisayan menuju ke Tarakan titik ketemunya diduga rudal tersebut sejauh 91 mil.
"Kami telah laporkan untuk diteliti kebenarannya apaka rudal tersebut benar dari perang dunia ke dua atau bukan dan kami juga akan berkoordinasi dengan AL Danpos Bidukbiduk," tuturnya.
Editor: Rusdianto