Untuk itu, Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) ABTI Kaltim, Suryadi Gunawan mengatakan, pihaknya melakukan seleksi atlet dengan menggelar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Bola Tangan Gelanggang Olah Raga (GOR) Kadrie Oening, Kota Samarinda.
Nantinya, atlet yang akan berlaga di Pra PON, adalah atlet terbaik yang lolos dalam Kejurprov.
"Kami bawa yang lapis pertama, 14 putra dan 14 putri untuk PON. Sebelumnya tiga lapis akan kita seleksi di Kejurprov," ucap Suryadi.
Kejurprov sendiri nanti akan berlangsung di Hotel Atlet yang ada di GOR Kadrie Oening, Jalan KH Wahid Hasyim, Kecamatan Samarinda Utara.
Sebab, fasilitas yang menunjang berjalannya seleksi atlet Kejurprov ini berada di sana. Diketahui juga, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim hanya memberikan pembiayaan satu kali.
"Iya hanya satu kali, dan itu yang digunakan dalam Kejurprov nanti, untuk menyeleksi tiga lapis atlet yang berangkat ke Pra PON, pelaksanaannya antara bulan Juni atau Juli, karena kami diberi waktu tiga bulan saja," terangnya.
Tiga lapis terdiri dari 14 putra dan 14 putri, artinya akan ada 84 atlet yang akan berlaga di Kejurprov.
Pada Kejurprov yang lalu, KONI Kaltim memberikan kurang lebih Rp 60 juta, dan dana yang diberi sudah ditentukan oleh KONI sendiri.
Suryadi berharap pendanaan juga datang dari pihak lain seperti Pemprov Kaltim maupun Dispora Kaltim, sebab pihaknya masih membutuhkan banyak perlengkapan.
"Kita masih membutuhkan bola, baju, alat latihan lainnya, termasuk untuk TC. Jadi kita berharap juga ada penambahan dana," ungkapnya.
Terlebih, akan ada beberapa atlet yang melakukan seleksi hingga menuju PON 2024 yang kebutuhan seperti makan dan tidur yang harus ditanggung.
Editor: Rusdianto