Mereka membahas bersama dalam Focus Group Disussion (FGD) yang mengundang perwakilan dari 13 kecamatan dan 64 perusahaan di Bumi Batiwakkal Selasa (7/2/2023) hari ini.
Kepala Dinas Pangan Berau Rakhmadi Pasarakan kepada Korankaltim.com menjelaskan, pertemuan ini sebagai tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya pada bulan september 2022 silam serta sebagai bentuk evaluasi. "Program prioritas yaitu pendanaan dari CSR (Corporate Social Responsibilit)," ujar Rakhmadi.
Sesuai peraturan Gubernur Kaltim Nomor 27 tahun 2021, setiap perseroan terbatas yang menjalankan usaha di Benua Etam wajib melaksanakan program prioritas ini.
Kegiatan penghijauan juga menyediakan pangan sekaligus memulihkan dan meningkatkan daya dukung lahan diluat kawasan hutan untuk mengembalikan fungsi lahan agar mencapai ketahanan pangan dan penurunan emisi. "Dari evaluasi sebelumnya sekitar dua perusahaan dari 66 perusahaan yang sudah melaksanakan kegiatan CSR ini," ungkapnya
Penanaman tanaman pangan untuk penghijauan pada lahan milik masyarakat yang kritis atau sudah tidak produktif, terbuka dan bekas kebakaran yang berada diluar kawasan hutan yang tidak dibebani perizinan berusaha.
Tidak ada nominal besaran yang harus diberikan perusahaan namun harapannya perusahaan bisa membangun kerjasama dengan masyarakat.
"Bentuk CSR ini nanti bisa berupa pembukaan lahan serta pemberian Saprodi (Sarana Produksi) bibit. Pemberiannya nanti bisa langsung dari perusahaan ke masyarakat atau bisa difasilitasi melalu kecamatan atau kepala kampung," jelas Rakhmadi lagi.
Masyarakat akan diakomodir dalam pemilihan jenis tanaman, khusunya tanaman buah, karet dan kakoa. Sehingga nantinya Kabupaten Berau sudah tidak lagi mengimpor dari luar daerah.
“Diharapkan tahun ini dari 64 perusahaan yang yang belum menyalurkan CSR nya dapat mengikuti program penghijauan pangan," tutup Rakhmadi.
Editor: Aspian Nur