Hilangnya jembatan yang jadi penghubung antar desa tersebut disebabkan hanyut terbawa arus sungai yang meluap dan sangat deras. Hujan dengan intensitas tinggi di Berau yang terus turun dalam beberapa hari terakhir jadi penyebab air sungai meluap bahkan membuat beberapa kawasan kebanjiran, termasuk meluapnya anak sungai di Kampung Teluk Sumbang dimana jembatan tersebut berada.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Nofian Hidayat menyampaikan kepada Korankaltim.com kalau pada hari Kamis (2/2/23) sekitar pukul 12.00 WITA anak sungai Kampung Teluk Sumbang meluap sehingga menyebabkan jembatan penghubung Kampung Teluk Sumbang kembali hanyut dibawa arus air sungai.
Jembatan kayu hasil swadaya kampung penghubung RT 2 Kampung Teluk Sumbang tersebut hanyut untuk kedua kalinya karena arus sungai yang meluap faktor curah hujan yang cukup tinggi. “Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu,” kata Nofian Kepada Korankaltim.com Minggu (5/2/2023).
Kerugian akibat kejadian tersebut ditaksir sekitar Rp5 Juta juga mengakibatkna saluran atau pipa air bersih terputus. “Untuk sementara warga yang ingin menyeberang sungai harus menggunakan perahu tempel milik Ketua RT 02,” jelas Nofian.
BPBD Berau menghimbau kepada masyarakat sekitar jembatan Teluk Sumbang dan daerah lainnya agar tetap waspada kerena hingga saat ini curah hujan yang sangat tinggi yang sewaktu-waktu musibah atau bencana lain bisa saja datang kembali.
Editor: Aspian Nur