Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pangan Berau Rakhmadi Pasarakan kepada Korankaltim.com Kamis (12/1/2023) siang tadi.
Ke-14 kampung tersebut berada di tujuh kecamatan di Berau, yaitu Kecamatan Kelay, Tabalar, Bidukbiduk, Maratua, Sambaliung, Segah dan Biatan.
"Tahun 2023 ini kami akan mengevaluasi untuk mengantisipasi bertambahnya kawasan kampung rawan pangan sehingga bisa berkurang," ujar Rakhmadi.
Dinas Pangan Berau berharap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dapat membantu seperti penyediaan pupuk bersubsidi, pembangunan infrastruktur irigasi, penyediaan bibit, benih, kredit dan berbagai input lainnya agar kerawanan pangan bisa berkurang.
"Bantuan yang bisa diberikan antara lain pupuk, bibit dan alat-alat untuk menanam serta membantu pembangunan insfrastruktur daerah seperti jalan dan air bersih," jelasnya.
Kategori kampung yang masuk dalam daerah rawan kalau kondisi suatu daerah atau masyarakat yang tingkat ketersediaan dan keamanan pangan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan lokal dan memenuhi standar kebutuhan fisiologis bagi pertumbuhan masyarakat tersebut.
"Ada enam indikator yang membuat kampung itu masuk dalam ketegori rawan pangan mulai dari aspek ketersediaan pangan, akses pangan dan pemanfaatan pangan," ungkapnya.
Selain angka kemiskinan meningkat, kampung yang tidak memiliki akses penghubung juga menjadi salah satu penyebab indikator kerawanan pangan.
"Seperti halnya kampung yang masih jauh dari akses jalan bagus, sehingga keterjangkauan masyarakat untuk memperoleh pangan pokok juga sulit, contohnya kalau di kampung tersebut jumlah warungnya sedikit saja yang menyediakan bahan pokok otomatis masyarakat juga kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya," pungkasnya.
Penulis: Indri
Editor: Aspian Nur