"Selama ini Berau hanya berbicara masalah klasik saja seputar pembangunan seperti ruang kelas baru, ruang dinas guru, WC sekolah. Ini harus digeser, pembangunan tersebut tetap berlanjut, tapi fokusnya berubah bagaimana agar kualitas pendidikan bisa ditingkatkan, bukan hanya berpikir klasik dari bertahun-tahun lalu," jelasnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, peningkatan kualitas pendidikan bisa ditingkatkan melalui peningkatan kompetensi guru. Menurutnya, pemberian pendidikan maupun Diklat bagi guru tentu dapat menambah kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang pendidikan tersebut.
"Jika Kompetensi SDM guru naik maka akan berdampak langsung pada peningkatan output dari kualitas siswa dan akan berimplikasi terhadap Indeks Pembangunan Manusia," tuturnya.
Ia menegaskan, agar kualitas pendidikan meningkat, maka jangan lagi berbicara hal klasik. Jika hanya berbicara perihal pembangunan fisik tentu tidak akan maju. Fokuskan anggaran terhadap peningkatan prestasi siswa di event tingkat provinsi bahkan nasional. Saat disinggung terkait kualitas tenaga pendidik saat ini, dirinya menilai standard tersebut hanya ukuran yang relatif, yang terpenting harus ada peningkatan di setiap tahunnya, tidak boleh stagnan.
"Semakin banyaknya prestasi yang diraih siswa, tentunya itu bisa menjadi modal penting agar lebih berkembang, jadi itu perlu ditingkatkan," tegasnya.
Politikus PDIP ini juga menyinggung perihal legalitas aset yang dimiliki oleh sekolah, jangan sampai hal yang terjadi pada SMPN 1 Bidukbiduk terulang kembali. Untuk diketahui lahan SMPN 1 Bidukbiduk sempat bermasalah karena tidak memiliki legalitas yang jelas sehingga mengganggu proses belajar mengajar yang merugikan peserta didik.
"Status lahan harus jelas, dengan anggaran yang besar saya rasa itu bisa dilakukan," pungkasnya.
Penulis : Tri Romadhani
Editor : Rusdi