“Polri bersama dengan KPU, Bawaslu, dan partai politik kontestasi pemilu bersama-sama menyiapkan satgas untuk memberikan sosialisasi, edukasi, literasi bermartabat, menjaga etika, toleransi, modernisasi beragama dan menjaga persatuan,” kata Suradi kepada Korankaltim.com Jumat (18/11/2022) siang tadi.
Agar Pemilu 2024 tidak mengalami polarisasi seperti Pilpres 2019 dan Pilkada 2020, maka masyarakat perlu mendapatkan sosialisasi dan edukasi yang masif tentang kampanye bermartabat, menjaga persatuan, dan kesatuan.
"Polres Berau akan melakukan sosialisasi dan edukasi dengan membuat forum diskusi terarah dengan melibatkan komponen masyarakat agar kondusifitas jalannya pemilu tetap terjaga" sebutnya.
Upaya sosialisasi dan Pendidikan tidak hanya dilakukan pada tahap diskusi tatap muka saja tetapi juga di ranah dunia maya dengan kampanye modernisasi beragam, toleransi dan menjaga kebhinekaan. "Saat ini tidak dapat dipungkiri peran media sosial sangat mampu mempengaruhi masyarakat," ucap Suradi.
Perwira balok dua ini menambahkan, Polri dari pusat hingga daerah, akan terus mengaktifkan patroli siber bersama untuk memberikan peringatan kepada orang-orang yang menyebarkan konten-konten provokatif dan lainnya.
“Penegakan hukum merupakan 'untimum remedium' (langkah terakhir) agar kasus-kasus seperti hoax, ujaran kebencian, dan lainnya tidak terjadi berulang dan masif,” pungkas Suradi.
Penulis: Tri Romadhani
Editor: Aspian Nur