"Kami berharap semua sarana dan prasarana sekolah itu dapat terpenuhi, namun semua itu terkendala oleh anggaran, jadi tidak hanya terjadi pada SMPN 2 Pulau Derawan yang lapangannya sudah rusak parah, tapi banyak sekolah lain juga membutuhkan semenisasi," kata Eka kepada Korankaltim.com Rabu (16/11/2022) hari ini.
Disdik berusaha mengakomodir seluruh permohonan perbaikan maupun pembangunan dari setiap kepala sekolah. Pagu anggaran berkisar Rp40 miliar setiap tahun tidak mampu meng-cover usulan dari 48 SMP yang ada di Bumi Batiwakkal.
"Semua pasti tidak bisa ter-cover sekaligus, harus ada prioritas dan didulukan. Beberapa sekolah yang kebutuhannya seperti ruang sekolah tentunya kami dulukan, ada juga di tahun ini pembangunan lapangan," jelasnya.
Kebanyakan sekolah di luar empat kecamatan terdekat yakni Tanjung Redeb, Gunung Tabur, Sambaliung dan Teluk Bayur memiliki kondisi bangunan yang terkesan seadanya dalam hal fasilitas penunjang.
Disdik berharap tidak ada anak-anak yang sampai terpaksa tidak bisa mengenyam pendidikan karena alasan tidak ada sekolah.
"Diupayakan membangun sekolah, meski pembangunan dilakukan secara bertahap. Mungkin dari ruang kelas terlebih dahulu, kemudian ruang guru, laboratorium, perpustakaan dan fasilitas penunjang lainnya," pungkas Eka.
Penulis: Tri Romadhani
Editor: Aspian Nur