“Ini pusat kesehatan, tapi lihat bantal saja bentuknya sudah begini. Bagaimana orang mau sembuh,” kata Madri Pani, Minggu (6/11/2022).
Ditegaskan Madri Pani, dengan sistem kebersihan yang seperti itu, dikhawatirkan masyarakat enggan berobat ke Puskesmas. Padahal, Puskemas Batu Putih melayani tujuh kampung terdekat.
“Saya benar-benar kecewa, ini baru satu ruangan, yang digunakan pasien. Bagaimana dengan ruangan lainnya,” tukasnya.
Di ruang bidan, di mana ruangan biasa digunakan untuk pelayanan ibu hamil, kondisinya juga dianggap jorok. Inkubator untuk bayi juga terlihat berbedu baik bagian dalam maupun bagian luarnya.
Ia mengaku, mendapat laporan masyarakat terkait pelayanan dan kebersihan di Puskesmas tersebut, hingga membuat dirinya langsung memutuskan untuk melakukan sidak.
Dan benar saja, ia mendapati fakta sebagaimana laporan yang masuk dari masyarakat. Selain itu, pimpinan puskemas tidak berada di tempat dengan alasan ada agenda di Tanjung Redeb. “Kata stafnya ke Tanjung Redeb, tapi ada yang bilang ke Samarinda,” tuturnya.
Ditambahkan Madri Pani, hal ini seharusnya tidak terjadi di pelayanan kesehatan mana pun. Ia mengaku, anggaran untuk kesehatan cukup besar yakni 10 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Berau.
Dengan anggaran yang besar, tentu pelayanan dan kebersihan juga harus bisa ditingkatkan. “Ini baru kami sidak. Kami harap tidak menemukan puskemas seperti ini di tempat lainnya,” tegasnya.
Bahkan, diakui Madri Pani dari hasil obrolan dengan salah satu pasien yang berobat di Puskesmas tersebut, pasien terpaksa membersihkan ranjang sendiri sebelum digunakan untuk tempat istirahat.
“Inikan miris, orang mau sembuh malah tambah sakit. Belum lagi ruangan yang semuanya terkunci. Saya yakin jarang dibersihkan,” pungkasnya.
Terkait hal ini, Korankaltim.com belum mendapatkan keterangan resmi dari pihak Puskesmas. Kepala Puskesmas sedang tak ada di tempat. Upaya konfirmasi kepada staf yang ada di lokasi juga tak membuahkan hasil, lantaran para staf mengaku tak berani berkomentar.
Namun demikian, tim liputan KoranKaltim.com berhasil mengonfirmasi Kepala Dinas Kesehatan Berau, Totoh Hermanto.
Untuk masalah kebersihan, pihaknya mengaku selalu menekankan kepada setiap Pimpinan Puskesmas (Pimpus) agar bisa menjaga pelayanan baik mulai kebersihan maupun pelayanan dalam merawat pasien.
“Sudah setiap bulan dievaluasi, tapi saya tidak mengerti mengapa kejadian ini terjadi di Batu Putih,” ujar Totoh.
Terkait dengan temuan anggota DPRD saat sidak, Totoh mengaku, akan melakukan evaluasi, namun dengan terlebih dahulu melaporkan hal ini kepada Bupati Berau. “Saya akan laporkan ke bupati dulu,” pungkasnya.
Penulis: Tri Romadhani
Editor: Rusdi