Ia yang dikonfirmasi pada Kamis (27/10/2022) menuturkan, komisi III telah menggelar rapat dengar pendapat dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau pada Rabu (26/10/2022). Hasil rapat tersebut menyimpulkan DPUPR Berau mensupport dan akan menindaklanjuti masukan dari komisi III untuk memulai pembangunan Jembatan Kelay III.
"Alhamdulillah tahun ini DPUPR Berau telah memprogramkan Feasibility Study (FS) untuk pengadaan tanah di sekitar rencana pembangunan jembatan tersebut," jelasnya kepada Koran Kaltim.
Sehingga pada tahun 2023 program pengadaan lahan seluas 1-2 hektare yang berlokasi di dua sisi jembatan bisa direalisasikan. Ia menyebut, setelah FS dilakukan, segera nilai apprasial bisa ditentukan. Setelah lahan di dua sisi jembatan selesai berproses, maka diharapkan pembangunan pondasi jembatan bisa dilakukan sebagai tahap awal pembangunan Jembatan Kelay III. "Itu target yang sedang kita kejar," ucapnya.
Ia menambahkan, progres lainnya yang bisa berjalan pada tahun 2023 adalah melakukan review desain Jembatan Kelay III. Saat disinggung terkait anggaran yang dibutuhkan, Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyebut setidaknya anggaran yang dibutuhkan untuk melakukan review desain sekira Rp3 miliar, sedangkan anggaran pembangunan pondasi jembatan diperkirakan mencapai Rp40 miliar.
"Kita berharap, bersama bisa memacu Pemkab Berau untuk memikirkan hal ini. Kami di komisi III bersama teman-teman DPUPR bersinergi untuk merencanakan kunjungan ke Kabupaten Kutai Kartanegara untuk mempelajari bagaimana mereka bisa mendapatkan anggaran yang besar dan cepat dalam jangka dua tahun sudah bisa membangun jembatan. Kita berpikir bagaiman bisa mengambil pola tersebut yang nantinya bisa kita terapkan," pungkasnya.
Penulis: Tri Romadhani
Editor: Supiansyah