Ia yang dikonfirmasi pada Selasa (18/10/2022) menuturkan, berdasarkan inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan Komisi III beberapa waktu lalu, sejumlah besar venue kondisinya belum rampung dikerjakan, baik yang perlu dibangun atau hanya sebatas renovasi.
Tentunya hal tersebut menjadi cacatan ketidaksiapan Berau dalam melaksanakan Porprov. Seperti venue voli pantai yang saat ini kondisinya masih belum tersentuh program pembangunan, bahkan akses menuju lokasi masih tertutup hutan.
“Mungkin dalam perhitungan normal, pengerjaan venue masih bisa dilakukan, namun kondisi cuaca saat ini yang cenderung lebih sering hujan tentunya membuat pengerjaan terganggu dan berakibat pada molornya waktu pengerjaan. Saran saya sebaiknya kembali dipertimbangkan, paling tidak dengan waktu yang sudah mepet ini itu perlu diperhitungkan, sehingga lebih baik jadwal pelaksanaan Porprov diundur saja, diprediksi baru sekira 40 persen venue yang telah siap. Termasuk venue utama yakni stadion mini Teluk Bayur yang pengerjaannya belum selesai 100 persen,” jelasnya kepada KoranKaltim.com
Dirinya menyebut, persiapan Porprov yang dilakukan telah menjadi sorotan dari kabupaten/kota lainnya. Dengan melihat kesiapan yang ada, menurutnya sejumlah kabupaten/kota khawatir untuk mengikuti Porprov Kaltim ke VII. Sebagai tuan rumah, tentunya Pemkab Berau memiliki target yakni sukses pelaksanaan, sukses prestasi, jangan sampai justru menjadi bumerang bagi Kabupaten Berau dalam pelaksanaannya yang sangat mepet dan dianggap tergesa-gesa ini.
“Pada intinya jangan sampai Porprov tidk terlaksana secara maksimal, sebab sebagai tuan rumah, pelaksanaan Porprov membawa nama baik Kabupaten Berau dimata kabupaten/kota lain di Kaltim. Jangan sampai citra tersebut rusak karena pelaksanaan yang tidak maksimal, apalagi ini kali pertama Porprov digelar di Bumi Batiwakkal,” jelasnya.
Terkait wacana PB Porprov yang ingin mengundurkan jadwal Porprov ke bulan Desember, dirinya mengaku masih belum mengetahui bagaimana prosedur penggunaan dana hibah berlaku, apakah pelaksanaan harus tetap di tahun yang sama ketika menerima dana tersebut atau bisa dilakukan pada tahun setelahnya. Namun jika memang tidak ada persoalan terkait dana hibah, tentu dirinya ingin agar pelaksanaan Porprov diundur menjadi 2023 agar persiapan yang dilakukan panitia lebih matang. “Kalau hanya diundur satu bulan maka ini saya tegaskan harus terukur bagaimana persiapannya,” pungkasnya.
Penulis: Tri Romadhani
Editor: Maruly Zainuddin