Data tersebut berasal dari Online Monitoring Sistem Perbendaharaan Anggaran Negara (OMSPAN) yang tersaji secara real time sampai 30 September 2022 bulan lalu.
Menurut Gusti, serapan tahun ini lebih kecil dibanding tahun 2021 lalu, yakni sebesar Rp451,3 Miliar atau 62,1 persen menurun satu persen. Diakuinya penyerapan belum maksimal, jika dibanding target Indikator Pelaksana Anggaran (IKPA) pada triwulan III sebesar 75 persen. “Memang belum maksimal karena serapan belum sampai akhir tahun,” ujar Gusti.
Sementara total pagu APBN Berau sebesar Rp640,6 Miliar, lebih kecil dibanding tahun lalu sebesar Rp682,1 Miliar. Hal itu terjadi pada Belanja Pegawai sebesar Rp76,1 Miliar, Belanja Modal sebesar Rp19,8 Miliar dan Belanja Transfer sebesar Rp49,5 Miliar. Hanya Belanja Barang yang bertambah menjadi Rp34,5 Miliar. “Tren penyerapan APBN Berau dua tahun terakhir berada pada angka 62 persen,” tuturnya.
Jika diperhatikan, IKPA triwulan III untuk komponen kualitas perencanaan anggaran senilai 82,8 persen. Sedangkan, untuk komponen kualitas pelaksanaan anggaran mendapatkan nilai sebesar 97,77 persen dan komponen kualitas hasil pelaksanaan anggaran mendapatkan nilai 100 persen. Jadi, nilai total IKPA keseluruhan sebesar 94,83 persen.
"Hal itu tentu saja berdampak pada tren penyerapan pada triwulan IV. Namun, itu terjadi secara nasional,” jelas Gusti.
Memasuki triwulan IV, KPPN Tanjung Redeb optimistis serapan anggaran bisa berjalan maksimal dan lancar. KPPN Tanjung Redeb berkomitmen untuk mengawal pelaksanaan anggaran akhir tahun ini.
Pihaknya telah membuka kelas setiap bulan kepada seluruh stakeholder terkait. Guna melakukan edukasi terkait pelaksanaan dan pelaporan anggaran. Serta penggunaan aplikasi.
“Kami juga telah mengimbau kepada satuan kerja untuk mencatat output pada aplikasi dan hal itu disambut dengan baik,” tutup Gusti.
Penulis : Tri Romadhani
Editor: Aspian Nur