Salah seorang warga sekitar, Adji membenarkan adanya peristiwa itu. Dia mengatakan, informasi penemuan jasad bocah tersebut diketahuinya pada pukul 11.00 WITA.
"Iya benar. Ada anak ditemukan meninggal di bekas lubang tambang itu. Saya tahunya tadi pagi antara jam 10 atau jam 11 pagi tadi," jelasnya, kepada KoranKaltim.com
Menurutnya, selama dirinya melewati lokasi bekas galian batu bara tersebut, memang sering terlihat banyak anak-anak mandi.
Bahkan, sebelum kejadian, dirinya sempat melarang anak-anak tersebut berenang dan bermain di sekitar lokasi. Pasalnya, kolam tersebut cukup dalam dan berbahaya bagi anak-anak.
"Saya dapati sore, sempat saya larang. Karena mereka berenang sambil bercanda di tengah kolam. Itu saya larang, sebelum kejadian. Setelah melarang anak-anak, saya langsung pergi, tidak tahu juga kalau sore itu ada kejadian anak tenggelam," terangnya.
Dirinya mengatakan, seharusnya bekas galian itu ditutup dengan tanah, tidak cukup hanya dengan memagar menggunakan seng. Apalagi pagar sengnya juga sudah rusak.
"Sepertinya yang merusak juga anak-anak yang sering mandi di sana. Sangat rawan, apalagi posisi kolamnya di sekitar kota," pungkasnya.
Penulis: Tri Romadhani
Editor: Maruly Zainuddin