
Professional event director kegiatan ini Dharmayani kepada Korankaltim.com menjelaskan, pada tahun 2021 lalu ada terdapat 67 desa wisata di Kalimantan Timur yang 17 diantaranya berada di Berau. “Jika satu desa minimal memiliki destinasi wisata unggulan, maka sudah bisa dipastikan Berau akan semakin berkembang pariwisatanya," kata Dharmayani Rabu (10/8/2022) pagi ini.
Andrey Ikhsan Lubis selaku koordinator Fasilitas Pengembangan Partisipasi Masyarakat secara terpisah menambahkan, aparat desa bisa memanfaatkan dana desa untuk pengembangan desa wisata. "Dengan adanya UU Dana Desa nomor 14, hingga tahun 2022, anggaran dana desa sebesar Rp68 triliun secara nasional, untuk Desa Semanting dapat Rp2 miliar," ungkap Andrey.
Sedangkan Hetifah Sjaifudian menjelaskan, adanya Undang-Undang Desa bermanfaat banyak anggaran yang turun ke desa. “Tentu setiap elemen harus mendukung, dari Pokdarwis hingga pemuda desa harus terlibat, bahu membahu membuat Desa Semanting dan desa-desa lainnya di Kalimantan Timur layak menjadi tempat wisata,” ucap Hetifah.
Politikus Golkar ini menyampaikan, semua pihak harus bekerjasama membuat gerakan yang bisa menggerakkan pariwisata dan ekonomi kreatif di desa-desa.
Pernyataan ini didukung oleh Wakil Ketua DPRD Berau Syarifatul. Menurutnya, pariwisata semakin dilestarikan maka akan semakin mensejahterakan.
Selain diikuti puluhan kepala desa dan Pokdarwis juga pelaku pariwisata, ada juga Hendri Karnoza sebagai Koordinator II Wilayah Kalimantan Kemenparekraf RI, Ilyas Natsir (Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau), Wahyudi (Ketua Badan Permusyawaratan Kampung Berau) dan Kariono sebagai Ketua Persatuan Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia.
Penulis Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur