"Harapannya banyak pertemuan skala nasional hingga internasional yang digelar di Maratua. Selama ini kan pertemuan skala Nasional maupun Internasional lebih banyak dilakukan di Bali seperti G20," tuturnya.
Kendati demikian, masih banyak sarana dan pra sarana yang harus dibangun untuk memenuhi kebutuhan setiap tamu yang datang. Bandara yang terdapat di Pulau Maratua saat ini hanya memiliki landasan pacu dengan panjang 1.600 meter, dirinya menyebut landasan pacu pesawat harus diperpanjang menjadi 2.500-2.700 meter agar pesawat berbadan besar bisa turun di Pulau Maratua. Pemerintah juga harus memastikan ketersediaan listrik, air bersih dan jaringan telekomunikasi yang memadai.
"Kita ketahui bersama, kebutuhan internet di daerah wisata sangat penting. Tapi kita bergantung kepada operator telekomunikasinya karena mereka yang membangun. Jika Pemda yang membangun, bekerjasama denhan provider tentu biayanya sangat mahal, untuk itu kita butuh dukungan dari pemerintah pusat melalui kementerian terkait," jelasnya.
Selain itu, jalan lingkar Pulau Maratua perlu ditambah sekita 50-100 kilometer lagi. Pemkab Berau memang telah menyelesaikan jalan poros di Pulau Maratua yang menghubungkan empat kampung yang ada, namun belum semua tepi pulau bisa diakses melalui kalan darat. Banyak tepi pulau yang jaraknya ke jalan poros lebih dari 300 meter, sehingga sangat sulit bagi pemilik lahan untuk membangun hotel atau resort. Tentunya hal itu menghambat investor masuk dan membangun Pulau Maratua.
Ia menambahkan, karena Pulau Maratua akan menjadi kepentingan nasional maka diharapkan terdapat dukungan anggaran yang maksimal baik dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN).
"Kebutuhan dasar harus dilengkapi terlebih dahulu, baru kita bisa melengkapi sarana lainnya," pungkasnya.
Penulis: Tri Romadhani
Editor: Supiansyah