Masyarakat kampung telah menyuarakan kebutuhan jembatan penghubung sejak 2012 lalu, namun hingga satu dekade berjalan belum ada realisasi yang dilakukan pemerintah. Amir berharap, agar ada perhatian dari pemerintah daerah untuk permasalahan jembatan tersebut. “Jadi kami menyebrang melalui Kampung Pegat Bukur,” ujarnya.
Kalau ada jembatan penghubung, tentu memudahkan masyarakat untuk menjalankan roda ekonomi, termasuk mengakses pendidikan dan kesehatan. Ia berharap agar pembangunan jembatan bisa segera teralisasi. “Harapannya tidak muluk-muluk, kami ingin ada jembatan penyebarangan,” tegas Agus.
Terpisah, Ketua DPRD Berau Madri Pani mengaku telah menerima usulan masyarakat tersebut dan pihaknya akan memperjuangkan adanya jembatan di Kampung Inaran. Mengingat jumlah Kepala Keluarga (KK) yang sudah cukup banyak, kebutuhan jembatan sangat mendasar di kampung tersebut.
“Soal jembatan inikan kebutuhan mendasar, tidak satu dua orang saja yang menikmati, tapi seluruhnya. kita akan perjuangkan,” kata Madri.
Politikus Nasdem ini mengatakan, realisasi pembangunan jembatan tentu akan mendukung berbagai macam kegiatan masyarakat, mulai dari pendidikan, perekonomian, maupun kesehatan. Diketahui selama ini tenaga medis terpaksa harus menggunakan perahu.
“Pendidikan dan kesehatan kebutuhan mendasar yang sangat dibutuhkan masyarakat, bagaimana hal tersebut mudah dijangkau oleh masyarakat apabila tidak ada akses yang memadai,” katanya.
Anggota DPRD Berau Dapil III ini menambahkan, pembangunan jembatan tentu harus menjadi perhatian lebih, dikhawatirkan Kampung Inaran akan menjadi kampung terisolir.
Penulis: Tri Romadhani
Editor: Aspian Nur