“Kebutuhan guru memang masih perlu ditambah, tapi tidak ada sekolah yang belum memiliki guru, semua sekolah ada gurunya tapi masih kurang, khususnya di kampung,” ujar Yudi pagi tadi.
Disdik Berau saat ini tetap bisa memberikan gaji kepada tenaga pendidik sesuai dengan penempatan sekolah masing-masing, begitu juga pemberian fasilitas, seperti perumahan guru.
Tentu saja di wilayah perkampungan gajinya berbeda dengan para tenaga pendidik honorer yang berada di kota karena sudah dihitung dengan beban kerja.
“Sudah tidak ada lagi guru yang tidak sejahtera di Berau, karena komitmen bupati juga untuk memajukan pendidikan di Bumi Batiwakkal ini,” paparnya.
Masih banyak guru honorer yang berdomisili di Tanjung Redeb karena menjadi pusat kota Berau. Untuk penerimaan PPPK nantinya kemungkinan akan bergeser sesuai dengan formasi penerimaan.
Disdik khawatir dengan wacana penghapusan guru honorer di tahun 2023 mendatang karena di daerah perkotaan juga tidak bisa dipungkiri banyak tenaga pendidik berstatus kontrak. "Harapan ke depan sudah tidak ada lagi guru berstatus honor,” ujarnya.
Sejak adanya edaran pelarangan pengangkatan honorer, Disdik Berau belum mencatat adanya penambahan honorer di tahun 2021 hingga 2022. Meskipun, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) maupun dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) diperbolehkan untuk menggaji para honorer pendidikan di sekolah. “Kami tidak ada pengangkatan sejak adanya edaran larangan pengangkatan,” ungkap Yudi.
Penulis: Tri Romadhani
Editor: Aspian Nur