bencana di Kubar besar, karena kondisi geografis dikelilingi hutan dan sungai. Jumlah penduduk mencapai 169. 621 jiwa, perlu ada tim khusus penyelematan saat datang bencana,” tegas FX Yapan dalam sambutannya dibacakan oleh Asisten I Setkab Kubar, Silas Sinar, membuka pelatihan URC SAR itu di BPU Kecamatan Melak, Kelurahan Melak Ulu, Sendawar, awal pekan lalu.
Ia berharap agar tim URC SAR Kubar mampu meningkatkan kualitas dan kapasitas. Anggota URC SAR dituntut memiliki produktifitas dalam penyelamatan sosial saat terjadi bencana didaerah. Dia juga berharap sinergritas seluruh elemen masyarakat saat terjadi bencana yang tak bisa diduga, terutama kegiatan sosial.
“Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) harus tanggap dengan URC SAR. Karena saat terjadi bencana, Kesbangpol yang harus mengambil langkah awal. Karena saat ini URC SAR Kubar hanya beranggota 25 orang saja,” beber Silas Sinar.
Kepala Badan Kesbangpol Kubar Hermanuddin mengakui, kegiatan URC SAR saat perbantuan bencana meliputi usaha mencari, menolong dan meyelamatkan jiwa manusia. “Selain bencana alam, termasuk musibah pelayaran, penerbangan dan
lainnya,” ungkapnya melalui Kabid Ketahanan Sosial Ekonomi Kesbangpol Kubar, JT Lavau.
Sekedar diketahui, pelatihan tersebut berlangsung empat hari. Menghadirkan narasumber dari Kantor Badan SAR Balikpapan, juga anggota TNI AU Perwakilan Balikpapan di Kubar. 25 anggota URC SAR Kubar terdiri dari berbagai latar belakang, termasuk masyarakat umum. (imr)