Sebelumnya diketahui dari data yang dimiliki Badan Kepegawaian Negara (BKN), ada puluhan CPNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2021 yang mengundurkan diri, termasuk CPNS di Berau.
Adapun ketiga CPNS yang mengundurkan diri tersebut sebelumnya mendaftar di formasi dokter gigi dan analis penyakit menular. Saat ini untuk formasi analis penyakit menular sudah ditetapkan penggantinya, yang diambil dari metode ranking atau pergeseran. "Dari data yang kami punya ada dua dokter gigi dan satu analis penyakit menular yang mengundurkan diri," jelas Jusri.
Sedangkan, untuk formasi dua dokter gigi belum ditemukan penggantinya. "Kami melakukan metode pergeseran untuk memenuhi kebutuhan yang ada. Ternyata penempatannya bergeser ke formasi yang belum terisi kemarin, itu cukup jauh lokasi penempatannya," ungkap Jusri lagi.
Tidak ada sanksi khusus yang diterapkan di Berau terkait mundurnya ketiga CPNS tersebut hanya saja kemungkinan besar mengikuti mekanisme sanksi yang ditetapkan pemerintah pusat.
Yang pasti akan dilakukan metode blacklist terhadap CPNS yang mengundurkan diri setelah dinyatakan lulus seleksi.
"Akan ada pelarangan jika CPNS yang mengundurkan diri mendaftar lagi di tahun berikutnya," tegasnya.
CPNS yang mengundurkan diri bukan kali pertama terjadi di Berau, bahkan rutin terjadi setiap tahun dengan alasan beragam. Tapi karena yang mengundurkan diri jumlahnya tidak banyak, pihaknya tetap bisa memenuhi kebutuhan dengan melakukan pergeseran.
"Jadi tidak hanya terjadi di tahun ini, tahun sebelumnya selalu ada yang mengundurkan diri. Jumlahnya mungkin hanya beberapa orang saja," tutup Jusri.
Penulis : Tri Romadhani
Editor: Aspian Nur