“Harus segera diperbaiki secepatnya, karena ini menyangkut keselamatan banyak orang yang melintas di jembatan tersebut,” ucapnya.
Apabila nantinya karena kelalaian membiarkan kerusakan yang ada, membuat jembatan tidak dapat dilalui, atau bahkan kemungkinan terparah jembatan akan roboh. Hal tersebut tentunya menjadi kerugian besar. Selain menyebabkan akses masyarakat terputus, tentunya arus perekonomian masyarakat akan terganggu dan sektor lainnya juga merugi.
“Itu kan salah satu akses utama penghubung ke kota. Kalau sampai terkendala pasti banyak masyarakat Berau yang akan dirugikan,” tuturnya.
Politikus Partai NasDem ini juga memberikan apresiasi kepada Kantor Unit Penyelenggaraan Pelabuhan (KUPP) Kelas II Tanjung Redeb, karena telah bertindak cepat dalam melakukan penanganan berupa investigasi penyebab kecelakaan tersebut, dan mengawal perusahaan agar mau bertanggung jawab atas kelalaian yang terjadi.
“KUPP sudah melakukan pekerjaannya sesuai dengan regulasi yang ada, seperti menyediakan kapal pandu dan bergerak cepat melakukan investigasi penyebab kecelakaan,” sambungnya.
Mantan kepala Kampung Gurimbang ini menambahkan, belajar dari kejadian kapal Damai Sejahtera Lima yang pada bulan Januari lalu menabrak turap di tepian Jalan Ahmad Yani, hingga kini perbaikan turap belum juga dilakukan.
Dirinya meminta dengan tegas agar PT Pelayaran Trans Sarana Makmur secepatnya memulai tahapan perbaikan safety dolphin Jembatan Gunung Tabur. Jika diperlukan, OPD terkait jangan hanya melakukan pengawasan saja, tetapi menekan agar perusahaan ini yang sudah berkomitmen bertanggung jawab, segera melaksanakan tugasnya.
“Bukan berarti kami di DPRD ini keras, kami hanya menjalankan tugas sebagai kontrol sosial,” pungkasnya.
Penulis: Tri Romadhani
Editor: Supiansyah