"Karena awalnya kita tidak mengetahui bahwa wakil bupati yang meminta diadakan di Berau," tuturnya.
Dirinya belum bisa memastikan event nasional ini dapat digelar atau tidak sesuai dengan rencana awal. Ia mengaku, awalnya Disbudpar Berau tidak mengetahui tentang menjadi tuan rumah pemilihan Duta Pariwisata.
"Karena kita hanya dinas pelaksana saja, memang tupoksinya di sini. Tapi kalau bisa jangan sampai batal karena kita yang meminta digelar di sini, daerah lain banyak yang ingin tetapi kita yang diberi kesempatan," sambungnya.
Setelah ditinjau, ternyata kesiapan pihaknya hanya terbatas sekitar Rp 500 juta sedangkan anggaran yang dibutuhkan karena ini event nasional cukup besar. "Berdasarkan rincian kebutuhan perkiraan sekitar Rp3,5 miliar," ucapnya.
Menurutnya, pemerintah daerah tidak bisa sembarangan menggunakan anggaran dan harus jelas tujuan dan peruntukannya, sedangkan yang menyelenggarakan pemilihan Duta Pariwisata Indonesia adalah yayasan non pemerintah
"Setelah kami cek ternyata di MoU itu tidak tercantum pemerintah daerah," jelasnya.
Ia menambahkan, saat ini pihaknya diminta untuk memperbaharui MoU, dan saat ini sedang ditinjau oleh bupati. Apabila sesuai dengan rencana awal, maka pemilihan Duta Pariwisata Indonesia 2022 akan digelar di Berau pada bulan November mendatang.
"Kta lihat sekarang sudah bulan Mei, persiapan tentunya harus dikebut sedangkan kejelasannya belum pasti," pungkasnya.
Penulis: Tri Romadhani
Editor: Supiansyah