“Tidak jauh menurun sebenarnya, hanya beberapa pelayanan terpaksa stop beberapa saat,” jelas Iswahyudi saat dikonfirmasi pada Minggu (8/5/2022) hari ini.
Anak-anak yang seharusnya mendapat imunisasi di Posyandu terpaksa tidak bisa dilakukan selama pandemi. Selain itu, ada juga anak-anak dan ibu hamil yang terpapar Covid-19 yang berpengaruh kepada kondisi kesehatan dan mental baik bagi si ibu maupun anak.
“Kalau kesehatan itu indikatornya jelas, targetnya juga jelas. Termasuk permasalahan stunting,” jelasnya.
Selain untuk anak dan ibu hamil, posyandu juga akan kembali diberlakukan bagi lansia. Pasalnya tidak sedikit lansia di Bumi Batiwakkal yang terpapar Covid-19 beberapa waktu lalu.
Pemantauan kondisi mereka juga penting dilakukan, mengingat kualitas kesehatan saat ini menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi Dinkes.
“Puskesmas juga ditingkatkan pelayanannya, termasuk posyandu lansia. Masyarakat jangan terlalu takut untuk melakukan pemeriksaan,” jelas Iswahyudi.
Dengan kembali diaktifkannya Posyandu, tentu bisa mencegah terjadinya gizi buruk maupun stunting karena Berau termasuk lokasi khusus di Kaltim dalam permasalahan stunting. “Tahun ini kami gencarkan,” tegas Iswahyudi.
Penulis : Tri Romadhani
Editor: Aspian Nur