Ia yang dikonfirmasi pada Minggu (1/5/2022) menuturkan, wisatawan yang masuk ke Berau khususnya yang ingin berlibur di Pulau Derawan sudah terpantau meningkat. Kendati demikian, ia merasa penjagaan wisatawan yang masuk ke Berau perlu adanya penyederhanaan.
"Kita melihat kondisi kita sekarang agak sulit, jadi kalau menurut saya sih itu sah saja dilakukan, tapi juga saya rasa tidak bisa maksimal karena lewat darat tidak punya pos penjagaan," ucapnya kepada KoranKaltim.com
Lebih lanjut ia menjelaskan, jika wisatawan yang menggunakan dermaga Kampung Tanjung Batu memang sudah menjadi hal biasa dilakukan pengecekan suhu tubuh dan lainnya.
"Pada prinsipnya hal yang memihak kepada masyarakat kita sependapat tetapi ya jangan sampai ada yang dilakukan pengawasan dan ada yang tidak," tuturnya.
Menurutnya, pada tahun sebelumnya, pengawasan wisatawan dilakukan berdasarkan jam kerja, sementara para pelancong tidak menentu kedatangannya, sehingga pada saat pemeriksaan ada yang lolos.
"Kalau memang betul-betul kita mau menerapkan, maka harus sekalian diperketat. Tapi kalau tidak, menurut saya ya sebaiknya di sederhanakan saja, tidak perlu diperketat seperti tahun sebelumnya," jelasnya.
Ia menambahkan, berdasarkan rilis Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, kondisi pandemi Covid-19 saat ini di Kalimantan Timur sudah jauh membaik, dari 10 kabupaten/kota, dua sudah masuk ke zona hijau yakni Kota Samarinda dan Kabupaten Mahakam Ulu, sedangkan delapan lainnya berada di zona kuning.
"Jadi kalau di perketat kan agak repot juga, kasihan pelaku usaha di bidang pariwisata," pungkasnya.
Penulis: Tri Romadhani
Editor: Supiansyah