“Memang adanya peningkatan sampah selama bulan Ramadan itu hal yang normal. Karena lebih banyak konsumsi, jadi bukan pengaruh karena ada banyak penduduk ya,” jelasnya, Jumat (29/4/2022).
Lebih lanjut ia menjelaskan, pihaknya memiliki kendala saat pengumpulan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sebab alat yang beroperasi hanya satu sedangkan tiga lainnya mengalami kerusakan dan hingga saat ini belum bisa dilakukan perbaikan.
“Sebelumnya memang diberitahu kepada kepala dan wakil kepala daerah juga, bahwa alat sudah perlu diganti, banyak yang rusak,” tuturnya kepada KoranKaltim.com.
Sehingga dalam mengumpulkan sampah selalu terjadi antrean karena kendaraan pengangkut sampah hanya bisa satu per satu menurunkan sampah. Kendati menurutnya penambahan jumlah sampah merupakan hal itu normal, tidak bisa dipungkiri, 5 ton bukan angka yang sedikit. Itu juga berpengaruh pada tempat pembuangan akhir, yang sebelumnya dikabarkan hampir penuh.
“Kendala utama ya di keterbatasan alat. Tapi kita sudah minta alat baru, agar sampah bisa cepat diratakan dan tidak perlu mengantre lagi,” tegasnya.
Ia menambahkan, selama bulan Ramadan petugas kebersihan tidak berkurang dan tidak bertambah, totalnya ada di atas 100 pekerja. Menurutnya, Pemkab Berau lebih baik memberikan alat pengolah sampah terlebih dahulu, dibandingkan wacana pemindahan TPA yang sejalan dengan Rumah Sakit Tipe B nantinya.
“Sejauh ini, harus alat dulu yang diutamakan, karena kalau tidak ada alat kita tidak bisa bekerja,” tutupnya.
Penulis: Tri Romadhani
Editor: Supiansyah