Staf Perum Damri Cabang Terminal Tanjung Redeb Dinas Perhubungan Prov Kaltim Sofyan Achmad kepada Korankaltim.com Selasa (19/4/2022) hari ini menjelaskan hal tersebut.
Kenaikan harga tiket bus hingga sebesar 40 persen berlangsung secara bertahap mulai 15 April hingga arus balik Mei mendatang.
“Awalnya naik sebesar 10 persen, lalu naik 20 persen tanggal 20 April dan seterusnya hingga maksimal 40 persen,” kata Sofyan.
Sebelum terjadi kenaikan, Damri menetapkan tarif Rp260 ribu untuk rute Berau – Samarinda dan kini harga yang dikenakan bagi pemudik adalah Rp 275 ribu. Peningkatan tarif ini hanya berlaku untuk rute antarkota seperti Berau – Samarinda, sedangkan untuk antarprovinsi seperti Berau – Bulungan tidak. “Cuma sampai masa arus balik usai, setelah itu tarif kembali berlaku normal,” tegasnya.
Kendati tarif naik, antusiasme pemudik untuk menggunakan moda transportasi angkutan umum ini tidak surut.
Terbukti, sudah banyak pemesanan tiket rute menuju samarinda sejak beberapa pecan jelang Idulfitri. Untuk pembelian tiket masyarakat dapat dilakukan secara offline di wilayah Mako Brimob, Terminal Rinding.
Damri berharap terdapat penambahan armada yang dilakukan agar sebanding dengan permintaan yang terus bertambah.
“Sudah banyak seat (kursi) yang dipesan, tetapi kami belum bisa memberikan angka pastinya,” jelas Sofyan lagi.
Terkait daengan syarat perjalanan, pihaknya mengikuti arahan dari Satgas Covid-19 dan aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat. Ia menegaskan, penumpang nantinya diwajibkan untuk menerapkan protokol kesehatan berupa penggunaan masker serta menjaga jarak
“Tidak ada syarat khusus untuk penggunaan PCR, itu kalau belum berubah aturannya,” tutup Sofyan.
Penulis : Tri Romadhani
Editor: Aspian Nur