Pengecekan makanan merupakan bukti dan tanggung jawab dari pemerintah untuk menjamin keamanan pangan untuk dikonsumsi oleh masyarakat karena Ramadan merupakan momen dimana banyak pedagang bermunculan, maka pemeintah wajib memastikan kesehatan dan kebersihan makanan yang beredar.
“Banyak bermunculan produsen rumahan, sehingga sangat penting bagi pemerintah untuk memastikan keamanan produk tersebut,” kata Madri kepada Korankaltim.com Senin (11/4/2022) hari ini.
Madri berharap tidak ada oknum yang ingin mengambil untung banyak dengan menjual makanan tetapi tidak memperdulikan kualitas dagangan miliknya. Lebih parah lagi jika ada yang sengaja menggunakan bahan berbahaya sebagai campuran dagangannya. “Ini kan menjadi bahaya, kesehatan masyarakat jadi terancam,” sebut politikus Partai NasDem ini.
Dinas Kesehatan Berau juga bisa menggandeng Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kalimantan Timur untuk melakukan sidak dan kalau nantinya ada yang menggunakan bahan-bahan berbahaya di dalam makanan, Dinkes bisa memberikan peringatan, edukasi atau bahkan sanksi tegas kepada pedagang yang bersangkutan.
“Gandeng semua stekholder terkait, intinya kesehatan masyarakat harus diutamakan,” sebut mantan Kepala Kampung Gurimbang ini.
Pedagang diingatkan untuk lebih menjaga kebersihan makanan yang dijualnya dan masyarakat harus selektif dalam memilih makanan yang ingin dikonsumsi untuk menajaga kesehatan masing-masing. “Saat pembukaan pasar Ramadan beberapa waktu lalu pedagang memang sudah rapi, walaupun sebagian sudah ada yang menggunakan sarung tangan dalam pelayanan tapi masih banyak yang terbuka,” jelas Madri.
Penulis : Tri Romadhani
Editor: Aspian Nur