Kepala Diskoprindag Berau, Salim menuturkan, dirinya baru mendapatkan informasi tersebut pada Kamis (30/3) lalu jika produsen di Bontang tidak bisa mengirimkan minyak goreng curah.
Ia mengungkapkan setelah mendapat kabar tersebut, ia pun meminta kepada pihak produsen di Bontang agar memberikan klarifikasi.
“Saya minta suratnya, jika memang dari pusat juga kekurangan,” kepada KoranKaltim.com, Ia mengatakan, pihak Berau sudah dua kali bertandang ke Bontang untuk mengurus soal minyak goreng curah tersebut.
Bahkan dari pihak produsen yang di Bontang menawarkan diri untuk membantu persoalan minyak goreng curah. Asalkan Berau menyiapkan agen dan tangki penyimpanan minyak goreng. Semua kebutuhan itu diakui Salim telah disiapkan. Namun dengan berjalannya waktu, minyak goreng curah yang harusnya datang pada Rabu (29/3/2022) tidak kunjung datang hingga hari ini.
“Kita hubungi, saya kasih batas waktu hingga Senin (4/4/2022) untuk isi suratnya,” tegasnya.
Dijelaskan Salim, bahkan Wakil Bupati Berau, Gamalis telah koordinasi dengan Wakil Wali Kota Bontang mengenai masalah minyak goreng curah ini dan telah sepakat.
Ia mengaku kecewa dengan sistem yang diterapkan oleh produsen asal Bontang tersebut. Terlebih Pemkab Berau telah berjanji kepada masyarakat Berau, untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng, akan mendatangkan migor curah.
“Pelaku UMKM telah mengumpulkan uang mereka, bahkan sudah mencapai Rp400 juta,” jelasnya.
Di sisi lain, Salim mengatakan, pada hari yang sama yakni Senin, kemungkinan akan datang lagi sembilan kontainer dengan jumlah satu kontainernya 1500 dus. Salim mengklaim bahwa dengan datangnya minyak goreng ini bisa menekan sulitnya warga mendapatkan minyak goreng.
“Saya yakinlah, dengan jumlah begitu banyak, warga tidak kesulitan lagi mendapatkan minyak goreng,” pungkasnya.
Penulis: Tri Romadhani
Editor: Supiansyah