Apalagi persentase vaksin booster di Indonesia saat ini masih tergolong rendah, sekira 10 persen. Di Berau sendiri baru tervaksinasi sebesar 3 persen dengan capaian vaksinasi dosis pertama 91 persen dan vaksinasi kedua 72 persen.
“Kami setiap hari buka untuk vaksinasi booster, tapi peminatnya kurang,” sebut Iswahyudi siang tadi.
Wacana vaksin booster sebagai syarat perjalanan ini membuat pertentangan di masyarakat, namun di satu sisi hal ini merupakan langkah yang baik, meminimalisir kasus penularan Covid-19 dimana tentu saja perjalanan mudik dapat menimbulkan arus lalu lintas yang lebih padat.
“Masyarakat yang menentang bisa jadi datang dari golongan mereka yang belum bisa mendapatkan vaksin dosis ketiga tetapi ingin melakukan mudik,” ungkapnya.
Rendahnya partisipan dosis ketiga antara lain disebabkan jarak vaksinasi kedua belum cukup lama untuk mendapat vaksinasi booster padahal untuk ketersedian stok vaksin tidak sedikit.
“Kami di daerah mengikuti keputusan pusat karena itu untuk meningkatkan partisipan vaksinasi dan meningkatkan imunitas,” sebut Iswahyudi.
Penulis : Tri Romadhani
Editor: Aspian Nur