“Kami melakukan sidak untuk melihat ketersedian stok. Ternyata ada beberapa distributor yang juga tidak memiliki minyak goreng,” jelasnya, Kamis (17/3/2022).
Lebih lanjut ia menjelaskan, berdasarkan data yang dirinya terima, Diskoperindag sudah membagikan sebanyak kurang lebih 7.000 liter minyak subsidi. Nantinya, akan datang lagi sebanyak 5 kontainer minyak goreng yang akan langsung disalurkan ke agen dan ritel.
“Semoga minyak stoknya aman hingga jelang bulan puasa nanti,” tegasnya.
Menurutnya, pembagian melalui sistem RT bisa lebih efektif untuk mengurangi kerumunan. Tetapi dengan catatan, setiap keluarga hanya mendapatkan satu liter per keluarga. Tidak boleh lebih, hal itu dilakukan untuk menghindari penimbunan minyak goreng di tengah masyarakat. Begitu juga komitmen Pemkab untuk memperhatikan wilayah di Kecamatan jauh. Sementara itu, untuk masalah harga, Ia masih menunggu surat terusan dari kementerian perdagangan, untuk aturan terbaru.
“Untuk masyarakat jangan khawatir, semua bisa dapat ya,” pungkasnya.
Penulis: Tri Romadhani
Editor: Supiansyah