Untuk menimbulkan kesan yang baik bagi para pengunjung, maka kebersihan menjadi hal yang sangat penting sehingga nantinya ketika pariwisata telah bergeliat normal pasca pandemi Covid-19, alam yang terjaga dan beri menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan.
“Saya tekankan, tempat-tempat pariwisata wajib untuk bebas dari sampah karena sampah ini tentu saja sangat mengganggu pemandangan dan sangat menganggu kesehatan,” tegas Sri kepada Korankaltim.com Jumat (11/3/2022) hari ini.
Menurutnya, sektor pertambangan yang saat ini menopang perekonomian Berau akan habis tetapi sektor pariwisata tidak akan pernah habis sampai ke anak dan cucu selama bisa merawat potensi yang ada dengan sebaik-baiknya dan mengembangkan dengan sebaik-baiknya.
“Misalnya penginapan dan homestay perlu dicek jangan sampai ada fasilitas yang mungkin bermasalah. Seperti air bersihnya, kamar mandi yang kurang bagus dan tempat tidur dan fasilitas lainnya.” papar Sri.
Diharapkan semua pihak dapat membantu mengupayakan dan mendampingi untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di sektor pariwisata.
Menurutnya, pada sektor pariwisata nantinya dapat tercipta ekosistem perekonomian masyarakat yang cukup menjanjikan serta dapat menyerap tenaga kerja mulai dari penyedia jasa, pelayanan transportasi, agen perjalanan, pemandu wisata, kuliner penginapan hingga kerajinan tangan.
“Untuk itu Pemkab Berau memiliki komitmen kuat dalam upaya memaksimalkan potensi kekayaan panorama surga alam Kabupaten Berau,” sebut Sri lagi.
Di masa depan, sektor pariwisata menjadi unggulan di Berau. Terlebih jika melihat rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur, harapannya Berau menjadi destinasi utama dalam berwisata.
“Selama ini berau selalu berupaya untuk memperkuat sektor pariwisata dimasa yang akan datang. Kami tentu saja tidak hanya tergantung kepada pertambangan sebagai sumber pendapatan terbesar,” tutup Sri.
Penulis : Tri Romadhani
Editor: Aspian Nur