Kepada Korankaltim.com, Kepala Kampung Pesayan, Rahmansyah menjelaskan, selain lewat Musrenbang, dirinya juga telah beberapa kali menemui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau Susila Harjaka menyampaikan keinginan warga kampungnya.
“Beliau minta surat permohonan, saya buatkan, tahun kemarin saya datang lagi, tim dari Kominfo meninjau lokasi, setelah itu disampaikan anggaran yang dibutuhkan untuk pengadaan perangkat agar internet bisa masuk ke kampung bisa mencapai Rp200 juta. Setelah itu saya bilang, kalau anggarannya ada di kampung, saya tidak akan datang ke Diskominfo,” ucap Rahmansyah Selasa (1/3/2022) hari ini.
Karena masih blank spot, banyak pelajar di Kampung Pesayan kalau ingin melakukan pembelajaran jarak jauh harus naik ke atas gunung atau tempat tinggi demi mendapatkan sinyal internet.
Mayoritas wilayah di Kampung Pesayan masih berada di titik blank spot, bahkan di RT 7 sama sekali tidak ada jaringan internet padahal disitu ada satu sekolah.
“Jumlah sekolah di kampung kami ada lima, terdiri dari dua SD (Sekolah Dasar), dua SMP (Sekolah Menengah Pertama) dan satu SMA,” ungkap Rahmansyah.
Tak hanya proses belajar mengajar, roda pemerintahan kampung pun juga terganggu karena saat ini laporan menggunakan sistem online. Staf kampung harus berjalan menuju kawasan Kilometer 4 Mangkajang untuk mendapatkan jaringan yang mencukupi.
“Jadi petugas harus ke jalan poros dulu untuk menginput data, karena susah jika dilakukan di kantor,” ucapnya.
Diakuinya Kampung Pesayan cukup terbelakang dibandingkan kampung lainnya jika dilihat dari sisi ketersediaan jaringan internet, padahal masalah internet merupakan usulan prioritas yang disampaikan kepada pemerintah kabupaten.
“Tiap tahun sudah disampaikan tapi sampai sekarang belum ada realisasi. Lebih baik kami menarik diri dari kategori desa berkembang menjadi desa tertinggal dalam IDM (Indeks Desa Membangun),” pungkas Rahmansyah.
Penulis : Tri Romadhani
Editor: Aspian Nur