“Sampai saat ini belum ada penutupan, karena kekurangan petugas yang relatif masih bisa ditutupi. Jadi pelayanan masih berlangsung normal. Yang melayani pasien semua berstatus sehat,” katanya, Rabu (16/2/2022).
Saat ini, petugas yang sudah dinyatakan positif telah melakukan isolasi mandiri, termasuk mereka yang kontak erat. Mereka baru diperbolehkan bekerja bila hasil PCR telah keluar dengan hasil negatif.
Dikatakan Erva, saat diketahui ada sejumlah petugas yang terkonfirmasi positif Covid-19, pihaknya langsung melakukan rotasi, untuk menutupi kekurangan di ruangan yang tenaga kesehatannya terkonfirmasi.
“Belasan pasien yang terpapar semua bergejala ringan. Petugas d isini bukan cuma perawat. Tapi juga dokter spesialis, dokter umum, cleaning servis dan tenaga porter. Jika PCR aman, maka mereka bisa dikembalikan untuk bekerja,” tuturnya.
Mengenai sumber penularan, pihaknya belum bisa memastikan dan saat ini sedang dilakukan tracking. “Belum tau asal muasalnya. Belum berani berspekulasi saya,” katanya.
Ia menambahkan, untuk mendukung pelayanan rumah sakit tetap berjalan optimal, pihaknya juga telah merekrut sukarelawan sebanyak 10 orang. Serta tambahan nakes dari CPNS yang akan masuk pada awal Maret mendatang.
Tambahan tersebut terdiri dari perawat sebanyak 30 orang, bidan delapan orang, dokter umum 12 orang, apoteker enam orang, analis lab 10 orang, radiografer enam orang, dan tenaga lainnya sebanyak dua orang dengan jumlah keseluruhan sebanyak 84 orang.
“Ini nanti akan sangat membantu rumah sakit, dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat nantinya,” pungkasnya.
Penulis: Tri Romadhani
Editor: Supiansyah