Tidak menutup kemungkinan akan masuk pada level 3, mengingat jumlah kasus setiap harinya mengalami peningkatan.
“Saya imbau pelaku perjalanan isolasi mandiri terlebih dahulu, jangan dulu berkumpul dengan keluarga,” kata Madri kepada Korankaltim.com Minggu (13/2/2022) hari ini.
Politisi NasDem ini meminta agar Pemkab Berau sudah bisa melakukan penjagaan lebih ketat di jalur masuk menuju Berau. Dirinya mengapresiasi tindakan cepat dari TNI Polri yang sudah menerapkan jam malam.
“Langkah jam malam ini tepat, pasalnya meskipun PTM (pembelaran tatap muka) terbatas sudah dilakukan tapi masih ada saja anak usia sekolah yang berada di luar rumah pada malam hari,” ungkapnya
Kalau jalur masuk diperketat, ini bisa mencegah penularan dan dirinya meminta kepada pihak terkait, agar pelaksanaan PTM bisa direvisi agar tidak ada klaster sekolah, termasuk akses wisatawan menuju ke suatu destinasi wilayah, agar bisa diberlakukan satu pintu.
“Disatu sisi pendidikan memang penting, disisi lain kesehatan lebih penting,” tegas Madri.
Langkah tepat dan cepat perlu dilakukan, sebelum penularan semakin parah, yang tentu berdampak pada UMKM di Berau.
“Berau sudah pernah berada di PPKM level 3, dampak paling berasa dirasakan oleh pelaku UMKM, jangan sampai, mereka kembali menjadi korban, karena lambatnya penanganan," kata Madri yang juga mantan Kepala Kampung Gurimbang ini.
Berkaca dari kasus tahun lalu, yang banyak menelan korban jiwa dan tenaga medis yang bertumbangan akibat terpapar Covid-19, sebaiknya vaksinasi booster bisa segera dimaksimalkan, agar para pelayan masyarakat baik TNI Polri dan tenaga kesehatan, bisa aman.
“Tidak berbicara satu aspek saja, namun ini semua untuk kepentingan masyarakat juga,” tutup Madri.
Penulis : Tri Romadhani
Editor: Aspian Nur