Memang, kata dia, anggaran Rp50 miliar sudah dipastikan diberikan, namun anggaran ini belum mencukupi secara keseluruhan. Sehingga diperlukan dukungan dari pihak ketiga, baik berupa anggaran tambahan atau fasilitas penunjang.
“Selain itu, penghematan anggaran juga harus dilakukan. Jika vanue yang digunakan bisa disederhanakan, lakukan. Kita tidak bisa menunda Porprov ke tahun depan karena ini merupakan tolak ukur Berau sebagai tuan rumah,” tuturnya pada Kamis (10/2/2022).
Orang nomor satu di Berau ini meminta, sebelum 15 Februari sudah harus ada data keperluan apa saja yang masih kurang, sehingga perhitungan kebutuhan ulang bisa segera dilakukan dan disesuaikan dengan anggaran yang ada saat ini.
“Meski d itengah keterbatasan, kita harus menjadi tuan rumah yang baik. Jika kita gagal menjadi tuan rumah, kita akan susah menjadi tuan rumah untuk eveninit-event selanjutnya,” tandasnya.
Ketua Harian PB Porprov, Gamalis mengatakan, tim teknis PB Porprov akan segera melakukan pertemuan dengan seluruh pengurus provinsi cabor se-Kaltim untuk melakukan pendataan yang nanti akan menjadi dasar dalam perhitungan ulang kebutuhan operasional dan peralatan tanding.
“Kita akan lakukan penghematan, menggunakan alat-alat tanding yang dimiliki oleh kawan-kawan cabor dari daerah masing-masing. Kecuali alat tanding yang memang harus disiapkan oleh PB Porprov,” jelas pria yang juga merupakan Wakil Bupati Berau ini.
Ia melanjutkan, apabila anggaran tidak mencukupi untuk membangun dua vanue yang diperlukan, yakni gedung behampas dan sport hall, pihaknya akan merelakan gedung behampas, namun masih akan berusaha agar sport hall tetap terbangun.
“Ketika sport hall ini telah dibangun, itu kan penggunaannya bisa panjang, tidak hanya sebatas penyelenggaraan Porprov saja pasca Porprov juga kita pertimbangkan untuk menambah fasilitas olahraga di Berau,” pungkasnya.
Penulis: Tri Romadhani
Editor: Supiansyah