BPBD sudah beberapa kali menghimbau masyarakat sejak bulan September 2021 hingga Februari 2022 merupakan musim hujan. terlebih jika memasuki penghujung musim, hijan disertai petir dan angin kencang akan lebih sering terjadi.
“Kalau terjadi bencana angin kencang tidak bisa dihindari, yang bisa dilakukan adalah mitigasi penduduknya agar warga selalu waspada,” kata Thamrin.
Mengenai kesiapan terkait bantuan saat terjadi bencana, ia memastikan, persediaan akan selalu ada. “Kami pastikan bantuan itu selalu ada tersedia di gudang, kalau tidak ada kami berusaha dan berkoordinasi dengan perusahaan misalnya untuk berpartisipasi,” ucapnya.
Kecuali bencana tersebut parah dan memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai tanggap darurat, barulah pihaknya bisa meminta untuk dianggarkan di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).
“Misalnya banjir, berapa banyak korban jiwa, berapa luas wilayah itu kan kalau parah bisa dianggarkan, ada namanya kajian bantuan untuk pasca bencana,” jelas Thamrin.
Terpisah, Tenaga Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Berau, Egik membenarkan dalam tiga hari kedapan sebagian wilayah Berau diprediksi akan mengalami hujan sedang hingga lebat disertai dengan angina kencang.
“Hal ini diakibatkan karena kondisi La Nina lemah masih dalam kondisi aktif dan ditambah dengan kondisi konvektif wilayah Berau yg cukup tinggi dalam 3 hari kedepan,” jelas Egik.
Masyarakat daerah pesisir dan kepulauan di Bumi Batiwakkal diminta untuk mewaspadai gelombang tinggi yang saat ini terjadi. Sebab dalam tiga hari kedepan potensi hujan besar akan terjadi di wilayah pesisir termasuk dari utara hingga selatan.
“Karena pada 3 hari kedepan gelombang cukup tinggi yakni mencapai 0.75 - 1.5 meter. Sehingga untuk masyarakat yg beraktifitas di daerah sekitaran pesisir agar lebih waspada dan berhati-hati,” ujar Egik.
Penulis : Tri Romadhani
Editor: Aspian Nur