“Sudah berdamai. Hanya salah paham saja,” jelas Salehuddin kepada KoranKaltim.com
Kronologis kejadian berawal saat seorang petugas keamanan pasar menegur tenda milik pedagang namun dibalas teriakan oleh pedagang yang mengatakan, "turunkan saja sendiri".
Diduga karena tersulut emosi, pihak keamanan tersebut mendatangi pedagang yang berteriak, namun berhasil dihalangi oleh rekan keamanan lainnya sehingga keributan tidak sampai terjadi adu fisik.
“Jadi bukan karena dagangannya terinjak-injak,” ucapnya mengklarifikasi rumor yang beredar
Sebenarnya pihak keamanan telah jauh hari memberikan imbauan terkait standar tenda yang digunakan oleh pedagang.
Seluruh pedagang ditetapkan menggunakan ukuran tenda yang sama. Agar selaras dan tidak menimbulkan kecemburuan sosial jika berbeda-beda ukuran tenda. Namun faktanya di lapangan masih ditemukan pedagang yang tenda dagangannya tidak sesuai, sehingga dilakukan peneguran.
Namun pedagang tersebut, diakui Salehuddin tidak terima sehingga terjadi keributan. “Ada ukurannya, tapi saya lupa. Itu tadi awal permasalahannya, jadi ribut. Tapi sekarang sudah damai, kedua belah pihak sudah kami pertemukan tadi,” tambahnya.
Untuk sama-sama menjaga keindahan di PSAD, ia mengimbau padagang patuh pada peraturan terkait kerapian dan keindahan pasar yang telah disepakati bersama agar hal serupa tidak kembali terjadi.
“Kami ingin PSAD ini estetik dan tertata rapi. Seluruh pedagang sudah sepakat juga. Namun mungkin tadi ada kekhilafan saja. Tapi semua clear,” pungkas Salehuddin.
Penulis : Tri Romadhani
Editor: Aspian Nur