"Belum ada satupun laporan yang masuk, jadi kegiatan belajar mengajar masih tetap berjalan," ujar Iswahyudi kepada Koranklatim.com Kamis (3/2/2022) hari ini.
Sesuai dengan aturan yang berlaku, ada sekolah yang menjalankan PTM dengan kehadiran siswa sebanyak 50 persen selama enam jam pelajaran dan ada yang full masuk tetapi hanya empat jam pelajaran karena 12 dari 13 kecamatan yang ada di Berau masih dalam zona hijau dan hanya Kecamatan Tanjung Redeb yang berada di zona kuning.
"Kecuali nanti ada ada kasus-kasus baru yang berpotensi menyebar ke sekolah, pasti kami lakukan evaluasi. Tetapi penguatan prokes itu yang tidak bisa ditawar harus ditingkatkan terus," paparnya.
Karena penyebaran Covid-19 secara nasional dan Kalimantan Timur sudah mulai naik, masyarakat sudah semestinya khawatir dan meningkatkan kewaspadaan.
Meski belum diketahui varian jenis apa yang masuk ke Berau, peningkatan kewaspadaan tentunya harus dibarengi dengan penguatan protokol kesehatan terutama menggunakan masker.
Di Bumi Batiwakkal memang belum ada peningkatan kasus Covid-19 yang signifikan, dari beberapa hari yang lalu baru ada satu kasus tambahan dan sudah banyak yang dinyatakan sembuh dari klaster perusahaan yang baru saja terjadi. Meski diakuinya, pihaknya selalu menyayangkan apabila ada penambahan pasien walaupun hanya satu orang.
"Tapi kalau total ya belum besar, tapi kita harus tetap waspada mulai ada penambahan, jangan sampai yang awalnya dari satu pasien jadi berkembang lebih banyak, yang terbaru pasien Covid-19 merupakan pelaku perjalanan yang masuk ke berau dan tidak membentuk klaster," tutup Iswahyudi.
Penulis : Tri Romadhani
Editor: Aspian Nur