Selain itu, anggaran dari provinsi yang telah pasti ada di APBD provinsi sebesar Rp50 miliar. Anggaran tersebut berada di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim.
“Kita juga berusaha melakukan negosiasi agar anggaran dari Rp25 miliar tersebut bisa naik menjadi Rp75 miliar, tetapi hingga sekarang belum ada kepastian,” jelasnya, Rabu (2/2/2022).
Ia melanjutkan, pihaknya perlu mempersiapkan rencana cadangan agar kesiapan Porprov ke depan bisa lebih matang. Mengingat masih ada dua vanue yang harus dibangun, yakni Gedung Behampas dan Sport Hall maka anggaran harus segera didapatkan. Tetapi jika memang tidak ada kepastian anggaran dari provinsi alangkah baiknya untuk menghindari risiko tercorengnya nama Berau, lebih baik Porprov ditunda ke tahun 2023.
“Ketika harus dilaksanakan di tahun ini artinya kita harus memastikan bahwa provinsi sudah siap dengan anggarannya. Kalau diundur juga persiapan yang dilakukan juga bisa lebih matang. Tentunya kita berharap bisa menjadi tuan rumah yang baik dengan persiapan yang matang,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Berau, Al Hamid optimis Porprov dapat terselenggara di November 2022 mendatang. Menurutnya, apabila tidak ada anggaran untuk membangun dua vanue tambahan, yakni Gedung Behampas dan Sport Hall maka Porprov tetap bisa terlaksana dengan menggunakan vanue alternatif.
“Banyak solusi lainnya, tidak harus bergantung 100 persen kepada anggaran dari provinsi,” pungkasnya.
Penulis : Tri Romadhani
Editor: Supiansyah