Mansur langsung memberitahu warga sekitar dan dilaporkan ke petugas pemadam kebakaran. Saat kejadian rumah yang terbakar sedang kosong karena ditinggal pemiliknya beraktivitas.
"Ada satu keluarga yang menghuni rumah itu, empat orang, dua anak sekolah, bapaknya bekerja, ibunya infonya pulang kampung ke Sulawesi," ujar Mansur kepada KoranKaltim.com siang tadi.
Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau Thamrin yang juga berada di lokasi kejadian menuturkan, mereka sebelum mendapat laporan kebakaran memang telah melihat adanya kepulan asap hitam sehingga tim pemadam kebakaran yang sedang piket langsung menuju lokasi untuk memastikan sumber asap hitam tersebut.
"Tim yang kebetulan ada di depan kantor melihat ada asap, tidak lama ada orang teriak kebakaran jadi tim langsung bergegas ke lokasi," jelas Thamrin.
BPBD Berau menurunkan tiga unit truk pemadam dari markas pusat di Tanjung Redeb dibantu markas di Sambaliung juga menurunkan dua unit, sehingga total keseluruhan ada lima unit truk pemadam yang diturunkan untuk mengatasi kebakaran kali ini.
"Kami menjaga api tidak merembet ke bangunan lain karena ada Taman Kanak-kanak di dekatnya dan terbuat dari kayu sehingga mudah terbakar. Kalau bangunan TK juga terbakar kemungkinan besar api semakin meluas ke sisi kanan dan kiri TK itu," jelas Thamrin.
Api dengan cepat dapat dikendalikan sehingga tidak sempat merembet ke bangunan lainnya. Kendala yang dihadapi adalah lokasi rumah yang berada di dalam gang sehingga menyulitkan petugas untuk menjangkau titik api.
"Semua selamat tanpa ada korban jiwa, tetapi bangunan sudah rata dengan tanah," tutup Thamrin.
Penulis : Tri Romadhani
Editor: Aspian Nur