Hasil tangkapan nelayan yang mengalami kendala dikirim ke luar daerah tersebut adalah udang lobster
Kelompok nelayan lobster terpaksa menunggu lama untuk bisa mengirim hasil tangkapan mereka itu ke luar daerah karena penerbangan di Bandara Kalimarau sangat jarang.
Hendra Irawan, seorang nelayan lobster dari Kampung Tanjung Batu mengeluhkan kondisi Bandara Kalimarau yang saat ini hanya terdapat satu penerbangan ke luar daerah, sehingga dirinya harus menunggu lama dan membatasi jumlah lobster yang akan dikirim.
“Pengiriman sekarang agak susah, jadi harus pintar mengelola agar barang tidak rusak, diantaranya dengan membatasi hasil tangkapan,” kata Hendra kepada Korankaltim.com Selasa (25/1/2022) hari ini.
Selain itu Hendra juga masih harus mengantre agar lobster miliknya bisa dikirim keluar daerah, hal mana yang membuatnya khawatir karena lobster yang terlalu lama terkena es kualitasnya menjadi turun.
“Jelas kalau sudah terlalu lama pasti kesegarannya menurun, takutnya diprotes oleh pelanggan,” sebutnya.
Terkait hal itu, Ketua DPRD Berau Madri Pani merasa keluhan masyarakat tersebut cukup mendasar. Pasalnya sejak beberapa bulan lalu, hanya satu maskapai penerbangan yang beroperasi hingga saat ini di Berau, sehingga roda perekonomian juga terhambat.
Madri Pani mengaku mendapat banyak keluhan dari masyarakat baik melalui pesan singkat terkait sedikitnya penerbangan keluar Berau.
"Saya minta bupati dan wakil bupati bisa melakukan lobi-lobi kepada maskapai penerbangan agar bisa kembali beroperasi di Berau. Saya hanya menyampaikan aspirasi dari masyarakat," kata Madri.
Politisi Partai NasDem ini menegaskan, Pemkab Berau harus segera memiliki solusi mengatasi masalah ini, jangan sampai ada masyarakat yang ingin bepergian karena urusan mendesak terpaksa harus terpending dan membayar mahal.
Terlebih swab antigen saat ini hanya berlaku satu hari. Apabila terjadi delay yang cukup lama, maka antigen masyarakat sudah tidak bisa dipergunakan lagi.
"Jangan persulit masyarakat. Yakinkan ke maskapai Berau aman dan banyak masyarakat yang membutuhkan," tegasnya.
Pelayanan transportasi udara di Bandara Kalimarau hanya dilayani dua maskapai yaitu Wings Air dan Susi Air. Namun hanya Wings Air yang melayani rute ke luar Berau, sementara Susi Air hanya melayani penerbangan dari Kalimarau ke Bandara Maratua.
Hal ini sangat merugikan masyarakat. Sebab, selain harga tiket yang tidak lagi kompetitif, masyarakat yang ingin melakukan penerbangan harus mengantre karena kapasitas pesawat ATR 72 milik Wings Air juga terbatas.
“Kami tidak menampik, harga tiket juga lumayan mahal, belum lagi harus mengantre,” tutup Madri Pani.
Penulis : Tri Romadhani
Editor: Aspian Nur