“DPRD bersama-sama mengawasi proyek yang sedang berjalan, demi menjaga efisiensi, kualitas dan kuantitas proyek agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Tidak hanya proyek yang dibiayai Alokasi Dana Desa dan APBD Kubar, tapi juga proyek bersumber dari APBD Kalimantan Timur,” jelas Yapan saat menyampaikan Nota Pengantar Penjelasan Pemerintah Tentang Rancangan APBD Perubahan 2017, Senin (28/8).
Yapan mengakui telah mengunjungi sejumlah kampung, untuk melihat langsung pelaksanaan proyek. Karena itu, jangan ada proyek yang baru 2-3 bulan dikerjakan, sudah hancur lebur akibat kualitas yang tidak baik. “Saya tidak ingin ada persepsi masyarakat, jika buruknya kualitas proyek disebabkan ada ‘kongkalikong’ antara pemerintah dan dewan. Jika ada proyek tidak penuhi standar, itu murni kesalahan pemborong, murni kesalahan dinas terkait. Bukan karena korupsi berjamaah bupati dan dewan, saya tidak mau itu terjadi,” sebut Yapan.
Diakuinya, APBD tahun 2017 sedang mengalami penurunan, sehingga harus menghemat anggaran belanja daerah. Dia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang telah memberi saran dan masukan, untuk membangun Kubar, karena belum semua harapan masyarakat direalisasikan.
Yapan merupakan mantan anggota dan Ketua DPRD Kubar selama 12 tahun ini berbagi cara kepda DPRD Kubar, agar mendapat simpati masyarakat sebagai konstituen. Kuncinya, terus menjalin komunikasi dengan rakyat. “Saya mantan dewan, mengajak mari turun ke masyarakat. Ini juga ilmu yang saya turunkan, agar harus banyak komunikasi dengan rakyat, kalau mau terus bertahan di kursi dewan. Siapa yang kalah komunikasi, tidak akan menang,” ujarnya.
“Jangan kebanyakan dinas luar, jaga komunikasi dengan rakyat. Jangankan dengan masyarakat, jika komunikasi dengan istri saja tidak baik, bisa tidak baik jadinya,” imbuh Yapan. (imr)