Dalam hal penyediaan air minum tentunya banyak pihak yang terlibat didalamnya, seperti Dinas Pekerjaaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Bapelitbang dan Perumda Batiwakkal sendiri.
"Hanya saja kami dinilai banyak berkontribusi karena bersentuhan langsung dengan masyarakat terkait air," kata Saipul kepada Korankaltim.com Kamis (13/1/2022) hari ini.
Diakuinya masih banyak kekurangan dan kelemahan yang dimiliki pihaknya dalam pelayanan. Namun jika ada apresiasi maka akan dijadikan semangat dan motivasi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat
Hal yang perlu dievaluasi adalah masih belum maksimalnya penambahan jumlah pelanggan. "Mengingat masa Pandemi Covid-19 jadi ekonomi masyarakat melemah, ini kan tidak bisa kami paksakan," papar Saipul.
Target sambungan baru pada tahun 2021 adalah sebanyak 4.500 sambungan, namun hanya tercapai sekitar 3.500 sambungan. Sedangkan target yang sama akan dipasang di tahun ini dan ia optimistis tercapai.
"Semoga bisa kami kejar di tahun ini. Meskipun kalau dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya untuk penambahan jumlah pelanggan ini luar biasa, dulu ada istilah daftar tunggu, kalau sekarang tidak ada, begitu memang saluran sudah ada di depan rumah, mereka mau pasang ya langsung kami pasangkan, enggak pakai nunggu lama," tegas Saipul.
Masyarakat tidak dipaksa untuk memasang sambungan karena hal tersebut merupakan keinginan dari masyarakat hanya saja Perumda Batiwakkal siap untuk memasangkan
Terkait dengan daerah prioritas pelayanan, diakuinya tim akan menyebar, terutama untuk daerah baru di dalam kota rencananya akan menambah ke daerah yang awalnya di dalam gang sehingga tidak terjangkau.
Untuk kecamatan jauh dirinya menyebut akan fokus ke Kampung Maluang, Samburakat dan Limunjan.
"Ketiga kampung ini sebelumya tidak terjangkau, jadi sekarang kami coba optimalkan disitu untuk pelayanan air bersih," tutup Saipul.
Penulis : Tri Romadhani
Editor: Aspian Nur