"Ini sebagai bentuk apresiasi dari pemerintah daerah terhadap kinerja kepala kampung," tuturnya.
Ia menjelaskan, dari 100 kampung yang ada, seluruhnya mendapat penilaian oleh tim dari DPMK dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) sehingga terpilih 10 kampung terbaik.
Dikatakan Ilyas, berbagai macam aspek masuk dalam penilaian, seperti serapan fan penyaluran anggaran daerah, peningkatan Indeks Desa Membangun (IDM), keberhasilan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK), Pendapatan Asli Kampung (PAK) yang maksimal.
"Sedikitnya ada 10 aspek yang dinilai, peningkatan IDM itu dinilai misalnya apakah ada peningkatan status kampung dari berkembang menjadi maju," jelasnya.
Sementara itu, Plt Kepala BPKAD Berau, Maulidiyah menjelaskan, kampung terbaik akan mendapatkan anggaran tambahan sebesar Rp 350 juta, peringkat kedua mendapatkan tambahan anggaran sebesar Rp 200 juta, peringkat ketiga mendapat anggaran tambahan sebesar Rp 150 juta.
"Untuk kampung peringkat 4 hingga sepuluh akan mendapatkan tambahan anggaran sebesar Rp 100 juta," tuturnya.
Ia mengatakan, 10 kampung terpilih dinilai sangat baik dalam aspek administrasi pemerintahan, pengelola keuangan dan pembangunan kampung. Kampung Sumber Agung dinobatkan menjadi kampung terbaik,kemudian disusul oleh Kampung Biatan Ilir, Tumbit Dayak, Campur Sari, dan Tanjung Batu.
“Dilihat juga pengalokasian dana kampung apakah sesuai dengan perencanaan di awal,” pungkasnya.
Penulis : Tri Romadhani
Editor : Bambang Irawan