Diakuinya, Berau telah mengusulkan 54 titik tambahan tower BTS kepada Kementrian Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) namun hanya 21 tower yang disetujui dan akan mulai direalisasikan pada tahun 2022.
“Sebenarnya ada rencana pada November 2021 pembangunan tower BTS di Kampung Bohesilian, Kecamatan Maratua, tetapi karena ada kendala rencana tersebut batal dilakukan, dan rencanya di 2022 baru dilakukan pemasangan, bersamaan dengan 20 tower lainnya,” kata Rahmatia kepada Korankaltim.com Selasa (28/12/202) hari ini.
Seluruh pembangunan tower dilakukan oleh Menkominfo melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti). Tim dari pusat saat ini sedang melakukan tahap survey. Akses menuju lokasi pemasangan tower menjadi kendala yang harus dihadapi oleh tim untuk membawa material menuju lokasi.
“Karena medan yang susah dan saat ini musim penghujan membuat tim kesulitan,” ungkapnya.
Untuk 21 titik pemasangan tower BTS tersebut tersebar di beberapa kecamatan di Berau, Kelay menjadi kecamatan terbanyak yang menerima tambahan pemasangan tower dengan 11 titik, sisanya tersebar di Kecamatan Segah, Sambaliung, Batu Putih hingga Derawan dan Maratua.
”Tim survey di Kecamatan Kelay rencananya besok akan mencoba menuju lokasi dengan menyusuri aliran sungai,” jelas Rahmatia
Selain lokasi, sumber listrik juga menjadi kendala dalam pengentasan masalah blank spot di Berau. Menurutnya, tower tidak akan bisa dipasang apabila tidak ada ketersediaan listrik sementara penggunaan genset bukanlah alternatif yang tepat, karena akan memakan biaya operasional yang mahal. Ketersediaan lahan juga hal yang harus disiapkan untuk pemasangan tower nantinya.
“Kami sudah berkomunikasi dengan pemerintah kampung saat Musrenbang (Musyawarah Rencana Pembangunan), seluruh kampung siap menyediakan sejumlah lahan untuk lokasi pembangunan tower,” tutup Rahmatia.
Penulis : Tri Romadhani
Editor: Aspian Nur