Salah seorang warga Bidukbiduk, Darul Ikhwan (45) menuturkan, sumber air kerap terhambat dan membuat dirinya masih bergantung dengan sumur bor yang dibuat oleh kampung. “Biasanya air dari Perusahaan Umum Daerah Air Minum Batiwakkal (Perumda Batiwakkal) hanya mengalir maksimal tiga kali dalam seminggu,” jelasnya.
Sementara itu, Camat Bidukbiduk, Abdul Malik membenarkan kondisi yang dialami oleh warganya. Diakuinya, sumber air baku yang ada saat ini kerap bermasalah, sebab ketika air pasang, maka air asin masuk ke dalam sumber. Sehingga tidak bisa dilakukan pengolahan.
“Kalau air sedang tidak mengalir, warga biasanya mengambil dari sumur bor yang ada,” ungkap Abdul Malik.
Ia menyarankan agar pihak terkait mengubah sumber air baku yang ada. Menurutnya, ada sumber lain yang tidak terpengaruh air asin ketika pasang. “Sebenarnya ada sumber air lain yang bisa dimanfaatkan, yakni sungai belanda. Tetapi kita tidak punya kewenangan itu, tinggal berharap dari pemegang kebijakan,” tandasnya.
Terpisah, Direktur Perumda Batiwakkal, Saiful Rahman mengatakan hanya sebagai pengelola, sedangkan untuk perencanaan dan pembangunan instalasi dilakukan Dinas PUPR. Diakuinya, keluhan dari masyarakat memang telah diterima, dan segera akan diteruskan ke dinas terkait.
“Kita selama tempat pengolahan air itu berjalan maka kita yang mengelola, tetapi tidak tutup mata jika memang ada keluhan dari masyarakat pasti akan kita tindak lanjut,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Radite Hari Soeryo menuturkan, untuk sumber air baku yang ada saat ini secepatnya akan dilakukan penanganan dengan menambah semacam tanggul agar air tidak masuk.
“Secepatnya akan dibuat dinding penahan,” tegasnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk kemungkinan sumber air baku lainnya seperti sungai belanda yang disebut oleh Camat Bidukbiduk, masih akan dilakukan kajian.
Menurutnya, memang tidak akan mengubah sumber air baku, mengingat biaya oerasional yang dibutuhkan untuk mengambil air di sungai belanda cukup besar. Sehingga sumber air di sungai belanda akan difungsikan sebagai pendukung apabila sumber air utama mengalami masalah.
“Jadi akan kita carikan alternatifnya agar pengolahan air di Kampung Teluk Sulaiman bisa tetap berjalan dan pelayanan kepada masyarakat tidak terhambat,” pungkasnya.
Penulis : Tri Romadhani
Editor : Bambang Irawan