"Intinya harus berorientasi pada kesejahteraan masyarakat," tuturnya.
Ia melanjutkan, kepala kampung jangan pernah berhenti untuk mendedikasikan seluruh kemampuan dirinya untuk meningkatkan potensi yang ada di kampung.
"Jangan sampai menyia-nyiakan kepercayaan yang telah diberikan oleh masyarakat kampung," ucapnya.
Menurutnya, otonomi daerah yang ada saat ini dapat menjadi peluang bagus sekaligus tantangan besar bagi pemerintah daerah. Tantangan tersebut adalah bagaimana agar pemerintah baik di daerah hingga kepala kampung agar bisa mendayagunakan sumber daya manusia dan sumber daya alam secara maksimal.
"Selain itu, peran serta masyarakat harus ditingkatkan," jelasnya.
Ia berharap, momentum pelantikan sebagai peristiwa permulaan sebagai lembaran baru dalam melayani masyarakat dengan segenap potensi diri dan kreativitas sebagai kepala kampung. Mengingat, kepala kampung adalah ujung tombak dari Pemerintah Kabupaten Berau.
"Semuanya harus tercurah baik itu tenaga dan pikiran, semua untuk kesejahteraan masyarakat," sambungnya.
Kepala kampung dituntut memiliki kelebihan yang mampu mengakomodasi dan menjadi perpanjangan Pemkab, supaya apa yang menjadi program pemerintah dapat tersampaikan dengan baik kepada seluruh lapisan masyarakat. Visi dan misi kepala kampung harus sesuai dengan pemkab agar pemerintahan dapat berjalan sebagaimana mestinya.
"Bangun komunikasi dengan stakeholder agar seluruh program terlaksana dengan baik," tuturnya.
Kemudian, kepala kampung juga dituntut mampu menyerap aspirasi masyarakat dengan adil tanpa melihat adanya perbedaan golongan. Perlu diketahu pemerintah kepala kampung harus memiliki komitmen untuk membangun kampung dibuktikan dengan program pemberdayaan kampung.
"Apabila sebelumnya sempat terjadi perbedaan pandangan di kampung, saya harap ke depan sudah tidak ada lagi. Saya mengajak kepala kampung mampu menjalin sinergitas dengan semua pihak demi kemajuan kampung," pungkasnya.
Penulis : Tri Romadhani
Editor : Bambang Irawan